Wabah Virus Corona, Warga Cina di Batam Borong Masker

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penjual menunjukkan satu-satunya jenis masker wajah yang mereka miliki ketika orang-orang berebut membeli masker di toko peralatan medis, sehari setelah pemerintah Filipina mengkonfirmasi kasus virus Corona mewabah di Filipina di Manila, Filipina, 31 Januari 2020. REUTERS/Eloisa Lopez

    Seorang penjual menunjukkan satu-satunya jenis masker wajah yang mereka miliki ketika orang-orang berebut membeli masker di toko peralatan medis, sehari setelah pemerintah Filipina mengkonfirmasi kasus virus Corona mewabah di Filipina di Manila, Filipina, 31 Januari 2020. REUTERS/Eloisa Lopez

    TEMPO.CO, Batam - Beberapa apotek di Kota Batam mulai kehabisan pasokan masker, Jumat, 31 Januari 2019 usai merebaknya virus corona. Petugas apotek mengatakan masker diborong oleh orang Cina. 
     
    "Ada yang borong beli sampai jutaan rupiah," kata Andi, salah seorang petugas Apotik di kawasan Bengkong, Batam. 
     
    Hal yang sama juga disampaikan Mesi, petugas apotek di kawasan Batam Center. Beberapa hari yang lalu, kata dia, ada warga Cina yang berasal dari Singapura membeli masker hingga Rp 13 juta rupiah. 
     
    "Katanya dibawa ke Singapura," ujar Mesi. 
     
    Tidak hanya itu, bahkan di kawasan pusat perdagangan Kota Batam, yaitu pasar Jodoh, stok masker menipis. Pedagang malahan menjual masker secara eceran. Satu masker dijual Rp 1.000 sampai Rp 2.000. 
     
    Kondisi penyebaran virus corona semakin mengkhawatirkan, World Health Organization atau WHO sudah menetapkan kondisi tersebut dalam keadaan darurat. Pemerintah Indonesia pun telah menginstruksikan evakuasi terhadap WNI yang berada di Wuhan, Cina, kota tempat virus itu berasal.
     
    Di Batam, ada satu orang yang terduga terpapar virus corona. Sampai saat ini pemuda tersebut masih dirawat. 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.