Kemenkes: Belum Ada Indikasi Virus Corona Masuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria dari Hubei melintasi Jembatan Sungai Jiujiang Yangtze di Jiujiang, provinsi Jiangxi, Cina, 31 Januari 2020. Mewabahnya virus corona membuat pemerintah membuat langkah-langkah khusus ke kota-kota lain di provinsi Hubei. REUTERS/Thomas Peter

    Seorang pria dari Hubei melintasi Jembatan Sungai Jiujiang Yangtze di Jiujiang, provinsi Jiangxi, Cina, 31 Januari 2020. Mewabahnya virus corona membuat pemerintah membuat langkah-langkah khusus ke kota-kota lain di provinsi Hubei. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan menyatakan 9 dari 19 orang telah menjalani pemeriksaan atas dugaan terkena Novel Coronavirus (n-CoV) atau Virus Corona. Namun dipastikan belum ada yang positif terpapar virus tersebut.

    Dia mengungkapkan hingga saat ini dipastikan belum ada hasil yang menyatakan virus Corona positif masuk ke Indonesia. 

    "Masih menunggu hasil 10 orang," kata Kepala Subdirektorat Penyakit Infeksi Emerging Kemenkes Endang Budi Hastuti dalam diskusi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, hari ini, Jumat, 31 Januari 2020.

    Endang menuturkan, 9 pasien yang negatif virus Corona terdiri 4 WNI dan 5 WNA. Maka pihaknya menunggu hasil tes untuk 6 WNI dan 4 WNA. Dari total 19 yang diperiksa, 10 di antaranya WNI dan 9 WNA.

    Dia berharap hasil pemeriksaan dari 10 orang itu juga negatif. 

    Endang mengatakan bahwa tadi pagi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto  menggelar rapat mengantisipasi masuknya virus Corona. Rapat belum final sehingga belum ada keputusan yang bisa diumumkan.

    Menurut dia, 243 WNI yang terisolasi di Provinsi Hubei, Cina, segera dievakuasi ke Indonesia. Di bandara juga akan ditambah personel untuk memeriksa penumpang. Rumah sakit juga diingatkan agar lebih ketat meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.