Pemerintah Masih Bahas Teknis Evakuasi WNI dari Cina

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf Khusus Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Staf Khusus Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Istana, Fadjroel Rachman mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI Hadi Tjahjanto ihwal rencana evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Provinsi Hubei, Cina.

    "Saya sudah bicara dengan Panglima TNI, tadi pagi. Beliau mengatakan siap kalau TNI dikerahkan untuk menjemput," ujar Fadjroel di Kompleks Istana Negara, Jakarta pada Jumat, 31 Januari 2020.

    Kendati demikian, kata Fadjroel, belum ada keputusan apakah para WNI akan dievakuasi menggunakan pesawat TNI atau sipil. "Kalau pakai Hercules bisa pakai tiga buah. Kalau pesawat sipil kan bisa satu kali penerbangan saja," ujar Fadjroel.

    Data untuk saat ini, ada 243 WNI di Provinsi Hubei, adapun 93 orang diantaranya berada di Kota Wuhan, tempat asal virus Corona menyebar. "Nah, Wuhan kan di-lockdown oleh pemerintah sana, makanya soal teknisnya masih akan dibicarakan, semua akses kan ditutup di sana. Apakah nanti didahulukan yang di luar Wuhan dulu atau semua bersamaan, nanti akan dibahas lagi," ujar Fadjroel.

    Keputusan mengevakuasi WNI dari Hubei, diputuskan oleh Presiden Jokowi dengan para menteri terkait dalam rapat yang digelar di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis sore, 30 Januari 2020.

    “Tadi Bapak Presiden sudah memerintahkan agar evakuasi WNI Provinsi Hubei dilakukan segera,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi lewat keterangan tertulis pada Kamis malam, 30 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.