Selain Ronny Sompie, Direktur Sisdik Imigrasi Juga Dicopot

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria yang diduga Harun Masiku menggunakan kaos lengan panjang biru tua serta celana dan sepatu sport hitam, dan menenteng tas seukuran laptop dan kantong belanja. Istimewa

    Pria yang diduga Harun Masiku menggunakan kaos lengan panjang biru tua serta celana dan sepatu sport hitam, dan menenteng tas seukuran laptop dan kantong belanja. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mencopot Direktur Sistem dan Tekhnologi Keimigrasian Alif Suadi, bersamaan dengan pencopotan Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Sompie. Pencopotan ini merupakan ujung dari polemik keberadaan caleg PDIP Harun Masiku.

    "Ya, Dirjen Imigrasi dan Direktorat Sisdik difungsionalkan diganti dengan Pelaksana harian," ujar Yasonna saat ditemui di Kompleks Istana Negara, Jakarta pada Selasa, 28 Januari 2020.

    Yasonna beralasan dua pejabat imigrasi ini dicopot agar tidak terjadi konflik kepentingan ketika tim independen pencari fakta menelusuri kembalinya Harun Masuki. Tim bentukan Yasonna itu terdiri dari Unit Cyber Crime Mabes Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN), serta Ombudsman. 

    "Saya ingin tim ini bisa bekerja independen dalam penelusuran itu, makanya saya memfungsionalkan Dirjen Imigrasi dan Sisdik," ujar Yasonna.

    Beberapa hari ini, Ditjen Imigrasi memang sedang menjadi sorotan dalam kasus yang menyeret Calon Anggota Legislatif PDIP, Harun Masiku dalam perkara suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Imigrasi sempat menyebut Harun berada di Singapura saat KPK menggelar rangkaian operasi tangkap tangan yang menyeret komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan, tersangka suap Rp 600 juta. 

    Sedangkan Tempo menemukan fakta bahwa Harun sudah pulang ke Indonesia ketika KPK menggelar OTT pada 8 Januari 2020. Istri Harun membenarkan bahwa sang suami sudah pulang.

    Belakangan, Imigrasi pun mengakui Harun Masiku sudah pulang. Mereka beralasan ada kesalahan sistem sehingga terlambat mengetahui kepulangan Harun.

    ROSSENO AJI | DEWI NURITA


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.