Anak Buah Yasonna Bentuk Tim Fakta Kepulangan Harun Masiku

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria diduga Harun Masiku, tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terekam oleh CCTV di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020. Pria yang diduga Harun Masiku terlihat pada pukul 17.15 WIB. Istimewa

    Pria diduga Harun Masiku, tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terekam oleh CCTV di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020. Pria yang diduga Harun Masiku terlihat pada pukul 17.15 WIB. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bakal membentuk tim independen untuk menelisik kepulangan Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

    Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting, mengatakan, tim ini terdiri dari Inspektorat Jenderal, Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri, Badan Siber dan Sandi Negara, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ombudsman RI.

    "Tujuan dibentuknya ini dalam rangka untuk menelusuri dan mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya mengenai masuknya tersangka Harun Masiku dari Singapura ke Indonesia," ujar Jhoni di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 24 Januari 2020. 

    Lebih lanjut, Jhoni mengatakan pihaknya baru akan melayangkan surat ihwal pembentukan tim kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada 27 atau 28 Januari 2020 mendatang. "Senin atau selasa surat akan dilayangkan," kata Jhoni.

    Sebelumnya, Kepolisian juga telah mengumumkan akan membentuk tim untuk memburu Harun Masiku. Pembentukan tim itu untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari Harun yang sampai saat ini buron.

    "Kami bentuk tim untuk mencari," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono di Kantor Komisi Kepolisian Nasional, Jakarta Selatan, pada Jumat, 24 Januari 2020. 

    Argo juga menegaskan bahwa dalam pencarian ini, ia tak akan membeberkan setiap perkembangannya. "Kalau nanti kami sampaikan, nanti yang bersangkutan tahu langsung menghindar gimana?" kata dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.