Pengacara Terdakwa Pembunuhan Begal: Demi Keadilan Bebaskan ZA

Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

TEMPO.CO, Malang - Penasihat hukum meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Kepanjen, Malang, Jawa Timur membebaskan pelajar ZA yang didakwa membunuh begal. Alasannya tindakan pembunuhan terhadap begal itu dilakukan untuk membela diri. 

Penasihat hukum terdakwa ZA, Bhakti Riza Hidayat menyatakan dalam pledoi atau pembelaan di persidangan meminta hakim tunggal membebaskan ZA dari segala tuntutan jaksa. "Ini yang penting ada adigum pidana. Lebih baik membebaskan 1000 orang bersalah daripada menghukum satu orang tak bersalah," kata Bhakti seusai menyampaikan pledoi dalam sidang tertutup. 

Ia meminta hakim tunggal memutuskan secara adil demi masa depan dan cita-cita murid SMA itu. Persidangan dilangsungkan secara tertutup selama 15 menit. Bhakti menyampaikan keberatan pasal  351 ayat 3 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. "Pasal 49 ayat 1 dan ayat 2 terkait alasan pembenar dan pemaaf terkait tindakannya itu."

Dalam pembelaan disampaikan agar ZA  dibebaskan dari tuntutan jaksa. "Artinya bebas. Memberikan satu bahasa kepada hakim untuk memberikan putusan seadil-adilnya."

Persidangan dilangsungkan secara maraton sesuai UU Perlindungan Anak. Hakim tunggal menjadwalkan vonis pada Kamis besok.  

Jaksa Penuntut Umum menuntut pelajar ZA, 17 tahun, dengan hukuman satu tahun dititipkan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Aitam,  Wajak, Kabupaten Malang. ZA didakwa membunuh begal. Jaksa mengabaikan pasal pembunuhan berencana dan pembunuhan. 

Jaksa Penuntut Umum menyampaikan dakwaan primer Pasal 340 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) pembunuhan berencana dan subsider 388 pembunuhan tak terbukti. Jaksa menyampaikan subsider 351 ayat 3 penganiayaan yang menyebabkan kematian memenuhi unsur. 

Pelajar ZA, 17 tahun, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi ditangkap 10 September 2019 karena disangka membunuh begal yang ditemukan di perkebunan tebu sehari sebelumnya. Sejak berstatus tersangka pembunuhan, ZA tak ditahan karena pertimbangan anak di bawah umur dan berstatus pelajar 

Siswa SMA ini menikam seorang penjambret dengan pisau. Ia melawan empat begal yang akan memperkosa teman perempuan. ZA didakwa dengan pasal berlapis, meliputi pembunuh berencana dan kepemilikan senjata tajam. 






Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

1 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

2 hari lalu

Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

Pengadilan meminta pemerintah Filipina untuk memerangi pemberontakan komunis, salah satu yang terlama di Asia, dengan menghormati hukum


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

5 hari lalu

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


4 Tipe Pemutusan Hubungan Kerja, Apa Beda PHK Inisiatif Pengusaha dan Pekerja?

5 hari lalu

4 Tipe Pemutusan Hubungan Kerja, Apa Beda PHK Inisiatif Pengusaha dan Pekerja?

Ada banyak tipe PHK menurut aturan. Berikut 4 di antaranya, apa bedanya PHK inisiatif pengusaha dan pekerja?


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

5 hari lalu

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.


Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

5 hari lalu

Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

Komisioner Komnas HAM mengatakan diskusi untuk merencanakan pembunuhan itu diduga telah dilakukan beberapa kali oleh pelaku.


Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

9 hari lalu

Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

Kantor Presiden Rusia membantah Vladimir Putin telah menjadi target pembunuhan.


Putin Jadi Target Pembunuhan, Mobilnya Diserang Bom

10 hari lalu

Putin Jadi Target Pembunuhan, Mobilnya Diserang Bom

Mobil Presiden Rusia Vladimir Putin diserang bom. Ia berhasil selamat, sementara pengawalnya dikabarkan telah ditangkap.


Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

11 hari lalu

Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

Tawuran maut antar kelompok pelajar di Kota Depok kembali terjadi, akibatnya seorang pelajar berinisial AZS (20) meninggal dunia terkena sabetan celurit.


Rentetan Teror Kekerasan di Kolombia, Total 17 Orang Tewas

12 hari lalu

Rentetan Teror Kekerasan di Kolombia, Total 17 Orang Tewas

Tugas besar masalah keamanan negara harus dihadapi Presiden Kolombia Gustavo Petro.