Ikut Konvensi PSI, Begini Gagasan Ade Irawan buat Pilkada Tangsel

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tahapan pilkada Tangerang Selatan 2020 di situ KPUD Tangerang Sekatan. Foto:Tempo

    Tahapan pilkada Tangerang Selatan 2020 di situ KPUD Tangerang Sekatan. Foto:Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Ade Irawan mengikuti konvensi bakal calon Wali Kota/ Wakil Wali Kota Tangerang Selatan oleh Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Ade mengatakan Tangsel punya modal yang cukup untuk lebih baik dari Surabaya.

    “Tangerang Selatan punya modal yang cukup besar bukan cuma daerah so-so. Bisa saja lebih maju dari Surabaya yang sekarang dijadikan sebagai rujukan, atau sebelumnya Bandung,” kata Ade saat proses wawancara di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu 18 Januari 2020.

    Ade mengatakan Tangsel punya mode yang besar. Bahkan dengan modal itu, ia optimis Tangsel bisa dijadikan daerah percontohan soal otonomi daerah.

    Modal pertama, menurut Ade, adalah anggaran yang cukup kuat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tangsel senilai Rp 3,7 triliun, ia sebut sudah cukup untuk membangun kesejahteraan.

    Selain itu, Tangsel punya modal sumber daya manusia yang juga mumpuni. Ia menyebut banyak tokoh, termasuk Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni dan peneliti Sirojudin Abbas yang keduanya menjadi juri dalam tes wawancaranya, banyak tinggal di Tangsel.

    Selanjutnya di Tangsel ada pengembang properti, yang menurutnya kurang dimanfaatkan untuk pembangunan. Selama ini, kata dia, pengembang hanya fokus mengembangkan muka atau ruang tamu dari Tangsel.

    “Kalau ada tamu mau melihat pengelolaan sampah yang baik ya dibawa ke pengelolaan sampahnya BSD. Kalau mau lihat taman kota yang baik ya dibawa ke taman kota yang dikembangkan oleh pemgembang,” kata Ade.

    Padahal di belakang muka Tangsel yang baik itu, masih banyak persoalan-persoalan yang ia gambarkan sebagai masalah tradisional. Bidang pendidikan misalnya, masih banyak warga yang terhambat akses, dan tempat. Kedua hal ini menurutnya membuat kesenjangan semakin melebar.

    “Kalau mereka punya uang sekolah di sekolah swasta yang bagus, banyak di Tangerang. Tapi yang tidak mampu ambil sekolah swasta yang levelnya di bawah level sekolah negeri,” kata Ade.

    Pada proses konvensi hari ini, PSI mengundang 18 peserta yang sebelumnya telah lolos proses administratif yang dilakukan secara online. Menurut pantauan Tempo, di antaranya Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Tangsel Muhamad, dan anak Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah.

    Mereka mengundang juri independen, seperti Bibit Samad Rianto, Iman Usman, Natalia Subagjo, Sirojudin Abbas, Hamdi Muluk, Mari Elka Pangestu, Ernest Prakasa, dan Djayadi Hanan.

    Setelah tes ini akan dilakukan sosialisasi dan uji publik. Keseluruhannya itu akan dinilai oleh juri, dan nilainya nanti akan digabungkan dengan hasil survei untuk menentukan siapa yang akan didukung oleh PSI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.