Pengamat Bicara soal Jokowi, Gibran, dan Bobby Nasution

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama putra sulungnya, Gibran Rakabuming, mengenakan pakaiat adat Klungkung Bali untuk menghadiri upacara peringatan detik-detik proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo bersama putra sulungnya, Gibran Rakabuming, mengenakan pakaiat adat Klungkung Bali untuk menghadiri upacara peringatan detik-detik proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan peluang Gibran Rakabuming Raka serta Bobby Afif Nasution dalam Pilkada 2020 masih terbuka lebar meski Presiden Jokowi menyatakan tak akan membantu putra dan menantunya itu.

    Menurut Adi Prayitno, Gibran dan Bobby adalah komoditas panas di Pilkada 2020 sebab keduanya memiliki magnet elektoral bagi semua partai.

    "Mereka terbuka besar untuk diusung partai politik," kata dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu pada saat dihubungi Tempo hari ini, Sabtu, 18 Januari 2020.

    Dia berpendapat kondisi itu tak lepas dari potret pemilih Indonesia yang patrimonial yang sulit diubah.

    "Keluarga elite, apalagi keluarga presiden banyak dibantu oleh sukarelawan untuk membantu mereka."

    Gibran dan Bobby masing-masing resmi mendaftar sebagai Calon Wali Kota Solo dan Wali Kota via Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Jokowi juga kader PDIP.

    Partai tersebut belum memutuskan siapa calon yang akan diusung di kedua daerah itu.

    Menurut Adi, kehadiran anak dan menantu Jokowi menjadi dilema bagi PDIP. DPC PDIP Surakarta telah menyatakan mengusung Achmad Purnomo.

    Di sisi lain, Gibran bakal diajukan oleh partai lain jika tak dirangkul oleh PDIP.

    "Berhadapan dengan anak serta menantu presiden bukan perkara gampang," tuturnya.

    Dalam dialog dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat lalu, 17 Januari 2020, Jokowi membantah sedang membangun dinasti politik.

    Menurut dia, belum tentu rakyat memilih kedua Gibran dan Bobby.

    "Siapapun kalau enggak dikehendaki rakyat, ya, enggak akan jadi. Cari partai saja masih kesulitan," katanya.

    Jokowi pun menyatakan tidak akan membantu Gibran dan Bobby dalam Pilkada 20202 jika mereka diajukan oleh PDIP. Jokowi memastikan dirinya tak akan berkampanye untuk mereka.

    "Saya enggak akan kampanye. Kerjaan banyak," tuturnya.

    Dia menilai rakyat sudah cerdas dalam berpolitik sehingga bisa menentukan sendiri siapa calon yang akan dipilih.

    "Beda dengan jabatan menteri. Ini kompetisi, pertandingan, bisa menang bisa kalah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.