Kasus Natuna Dinilai Tak Pengaruhi Hubungan Indonesia - Cina

Reporter

Hikmahanto Juwana. TEMPO/ Andika Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan persoalan Indonesia dengan  Cina di Natuna tidak akan mengganggu investasi, kerjasama, dan persahabatan kedua negara.

"Jepang-Cina punya masalah perbatasan. Jepang-Vietnam juga punya masalah. Tapi apakah ganggu persahabatan dan investasi? Enggak," katanya dalam diskusi Cross Check "Pantang Keok Hadapi Tiongkok" di Up Normal, Jakarta, hari ini, Minggu 12 Januari 2020.

Hadir pula sebagai narasumber Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.

Dia menjelaskan

dalam masalah di Natuna Pemerintah RI konsisten tidak mengakui sembilan garis putus (nine dash line) yang diklaim Cina.

Di sisi lain, Hikmahanto menegaskan, jangan ada pihak, khususnya pemerintah, yang mengaitkan persoalan sengketa Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) tersebut dengan urusan investasi.

"Yang kita sekarang perjuangkan, ya tetap konsisten. Jangan kemudian kita pikir soal investasi itu membuat kita jadi lemah."

Menurut Hikmahanto, para investor justru khawatir jika Indonesia mengeskalasi konflik wilayah laut dengan Cina itu. Itu karena investor adalah pelaku usaha yang berupaya mencari untung.






Juara MotoGP Thailand, Miguel Oliveira Teringat Indonesia

1 hari lalu

Juara MotoGP Thailand, Miguel Oliveira Teringat Indonesia

Miguel Oliveira teringat seri Indonesia saat jalani balapan MotoGP Thailand pada Minggu, 2 Oktober 2022.


Erick Thohir Promosi Ekonomi Indonesia ke Mahasiswa London School of Economic

1 hari lalu

Erick Thohir Promosi Ekonomi Indonesia ke Mahasiswa London School of Economic

Erick Thohir menemui mahasiswa Indonesia di London School of Economic. Dia menjadikan kesempatan itu untuk mengingatkan lagi potensi ekonomi Indonesia


Bank Dunia Sebut 13 Juta Warga Miskin Baru di Indonesia, Kok Bisa?

2 hari lalu

Bank Dunia Sebut 13 Juta Warga Miskin Baru di Indonesia, Kok Bisa?

Bank Dunia menyebutkan sebanyak 13 juta warga kelas menengah bawah di Indonesia jatuh dalam kemiskinan. Apa penyebabnya?


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

3 hari lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

5 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

6 hari lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


KBRI Yunani Promosikan Kopi Indonesia di Athens Coffee Festival

6 hari lalu

KBRI Yunani Promosikan Kopi Indonesia di Athens Coffee Festival

KBRI Athena berpartisipasi di Athens Coffee Festival (ACF) untuk mempromosikan cita rasa khas produk kopi Indonesia dari sekitar 16 UMKM.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

7 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


KJRI Toronto Promosi Kuliner dan Seni Budaya Indonesia ke Warga Kanada

7 hari lalu

KJRI Toronto Promosi Kuliner dan Seni Budaya Indonesia ke Warga Kanada

KJRI Toronto menyelenggarakan Indonesia Food Festival di Yonge and Dundas Square pada 24 September 2022 untuk promosi budaya dan kuliner nusantara


Pelajar dan Pekerja Indonesia Keluhkan Sulitnya Masuk Malaysia

7 hari lalu

Pelajar dan Pekerja Indonesia Keluhkan Sulitnya Masuk Malaysia

Pelajar dan pekerja migran Indonesia mempertanyakan sulitnya mendapatkan entry permit masuk Malaysia khususnya setelah pembatasan Covid-19 dicabut