Soal Banjir, Sekjen PDIP Hasto Puji Risma dan Sindir Jakarta

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut  memadamkan kebakaran di Pertokoan Elektronik UFO Jalan Kertajaya, 28 Desember 2019. Foto : Istimewa

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut memadamkan kebakaran di Pertokoan Elektronik UFO Jalan Kertajaya, 28 Desember 2019. Foto : Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memuji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memantau cuaca di Surabaya di sela-sela kegiatan Rakernas I PDIP. Risma melakukan monitoring itu melalui aplikasi yang diakses dari komputer jinjing atau laptop miliknya.

    "Ketika Ibu Risma memonitoring cuaca di Surabaya, itu juga sebagai langkah yang sangat baik," kata Hasto di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Hasto mengatakan kepala daerah dan kader PDIP memang harus melek teknologi. Dia mengapresiasi Risma yang tak meninggalkan tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya kendati sedang berada di tengah-tengah Rakernas.

    Menurut Hasto, kesiapsiagaan dan tanggap bencana menjadi salah satu perhatian Rakernas I PDIP. Bahkan calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada 2020 harus memiliki komitmen dan visi misi terhadap mitigasi bencana.

    Dengan alasan bencana banjir Jabodetabek pada 1 Januari lalu, pengumuman pemberian rekomendasi 44 pasangan calon kepala daerah dari PDIP pun ditunda.

    Hasto lantas menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak menetapkan status tanggap darurat bencana. "Sebenarnya kemarin sudah siap, 44 daerah, tapi kami melihat beberapa daerah menyatakan tanggap darurat bencana. Hanya Jakarta yang tidak melakukan itu," kata Hasto. "Karena itulah kami menyiapkan diri."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?