Luhut Panjaitan: Jepang dan AS Akan Berinvestasi di Natuna

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KRI Usman Harun-359 (kiri) bersama kapal Bakamla melakukan konvoi saat peran tempur bahaya udara di Laut Natuna, Jumat, 10 Januari 2020. KRI Usman Harun-359 bersama KRI Teuku Umar-385, KRI Sutedi Senoputra-378 dan dua kapal Bakamla tergabung dalam operasi siaga tempur laut Natuna 2020 untuk melakukan operasi pengendalian wilayah laut, khususnya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) laut Natuna Utara. ANTARA

    KRI Usman Harun-359 (kiri) bersama kapal Bakamla melakukan konvoi saat peran tempur bahaya udara di Laut Natuna, Jumat, 10 Januari 2020. KRI Usman Harun-359 bersama KRI Teuku Umar-385, KRI Sutedi Senoputra-378 dan dua kapal Bakamla tergabung dalam operasi siaga tempur laut Natuna 2020 untuk melakukan operasi pengendalian wilayah laut, khususnya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) laut Natuna Utara. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyatakan Jepang dan Amerika Serikat bakal menanamkan investasi di Perairan Natuna, Kepulauan Riau. Bersama Jepang, Indonesia akan melanjutkan rencana investasi. "Yang kedua mengenai hydropower di Kalimantan Utara, lalu persoalan sampah," ujar dia melalui keterangan tertulis pada Jumat, 10 Januari 2020.

    Jepang, kata Luhut, juga akan berinvestasi di sektor perikanan budidaya, perikanan tangkap, dan pariwisata. Untuk perikanan, Indonesia akan membuka jalur Natuna Utara.

    "Rencananya 16-18 Januari tim akan melakukan peninjauan, dan setelah itu baru kami putuskan.” Adam Boehler dari DFC juga akan berinvestasidan bergabung dengan Jepang.

    Hari ini, 10 Januari 2020, Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu di Istana Negara. Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi mengajak pemerintah Jepang kembali berinvestasi di Perairan Natuna.

    ANDITA RAHMA | AHMAD FAIZ IBNU SANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.