Jabar - Shizuoka Jepang Gelar Bursa Kerja di Bandung

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menerima kunjungan perwakilan Pemerintah Prefektur Shizuoka Jepang di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis, 9 Januari 2010. (Foto: Yana/Humas Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menerima kunjungan perwakilan Pemerintah Prefektur Shizuoka Jepang di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis, 9 Januari 2010. (Foto: Yana/Humas Jabar)

    INFO NASIONAL — Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Prefektur Shizuoka Jepang akan menggelar bursa kerja di Hotel Mercure Neca, Kota Bandung, pada 11 - 12 Januari 2020. Sebanyak 10 perusahaan manufaktur dari Shizuoka ikut serta dalam acara tersebut.

    "Ini adalah contoh sister province-nya Jabar dan Shizuoka di-kongkritkan aksinya, jadi bukan hanya seremoni," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai menerima kunjungan Pemerintah Prefektur Shizuoka yang dipimpin oleh Hironori Yano di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis, 9 Januari 2020.

    Menurut Emil, sapaan Gubernur Jabar, bursa kerja tersebut merupakan aksi nyata dari kerja sama sister province antara Jabar dengan Shizuoka. Pada November 2019, Provinsi Jabar dan Prefektur Shizuoka sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM).

    "Mereka (Jepang) saat ini krisis SDM, khususnya anak muda. Jadi, anak muda Jabar yang ingin pengalaman kerja di luar negeri yang paling riil adalah di Jepang, karena lagi butuh hampir 300 ribu SDM, mayoritas memang untuk 4.0 seperti engineer," kata dia.

    Emil pun berharap, tenaga kerja Jabar yang terserap dalam bursa kerja tersebut dapat belajar banyak terkait revolusi 4.0 dan 5.0 di Jepang.  Kerja sama SDM dengan Shizuoka sangat penting yaitu memberikan penguatan bagi ekonomi Jepang yang saya dengar membutuhkan SDM muda yang terampil dan produktif.

    “Kami juga berharap belajar kepada revolusi 4.0 dan 5.0 yang sudah dilaksanakan di Jepang," ujarnya.

    Hingga saat ini sudah ada 550 pendaftar yang bakal ikut serta dalam bursa kerja tersebut. Mereka merupakan lulusan S1 dan S2 yang fasih berbahasa Jepang. Nantinya, pendaftar akan melewati sejumlah proses seleksi.

    Menurut Emil, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar sudah menyosialisasikan bursa kerja secara online.  Ia berharap kerjasama sister province Jabar dan Shizuoka tidak hanya di bidang pengembangan SDM, tetapi juga investasi manufaktur, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Apalagi, Jabar dan Shizuoka memiliki kekuatan ekonomi yang sama.

    "Kekuatan ekonomi Jabar sangat mirip dengan Shizuoka, yaitu manufaktur dan pariwisata karena itu saya harap selain Job Fair ada kerja sama lainnya," ucapnya.

    Sementara itu, Ketua Kadin Prefektur Shizuoka, Hironori Yano yakini masyarakat Jabar memiliki motivasi besar untuk bekerja di Jepang. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar yang sudah mencapai 550.

    "Kami sangat senang ternyata banyak anak muda Jabar punya minat sangat tinggi bekerja di Jepang. Maka, kami berjanji akan mendampingi mereka hingga tuntas," kata Hironori. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?