Mahfud MD Perpanjang SK Satgas Saber Pungli Sampai April 2020

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. seusai menerima lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di kantornya, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020. TEMPO/Putri.

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. seusai menerima lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di kantornya, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan memperpanjang Surat Keputusan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (saber pungli) sampai April 2020 mendatang.

    Perpanjangan itu dilakukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis, 9 Januari 2020.

    "Sampai April paling lama, karena kami akan evaluasi kerjanya dan tata hukumnya sehingga sekitar Maret atau April akan diperbaharui lagi," ucap Mahfud di kantornya, Jakarta Pusat.

    Satgas Saber Pungli dibentuk pada Oktober 2016. Total, satgas ini sudah melakukan operasi tangkap tangan sebanyak 25.123 kali di seluruh Indonesia.

    Dari 25.123 OTT tersebut, 556 kasus dalam proses penyelidikan atau penyidikan, proses melengkapi berkas (P19) ada 47 perkara, diserahkan ke kejaksaan (P21) ada 465 perkara, penuntutan sebanyak 1 perkara, sidang ada 16 perkara, vonis sebanyak 264, dan penghentian perkara (SP3) ada 39 perkara.

    Dari OTT ini, 297 perkara diserahkan ke instansi terkait. Sementara 23.430 perkara diselesaikan lewat non-judicial atau pembinaan.

    Sementara itu, Kepala Satgas Saber Pungli Komisaris Jenderal Moechgiyarto enggan berkomentar usai rapat. Ia langsung bergegas masuk ke dalam mobil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.