PDIP Bakal Beri Sanksi Kader yang Terlibat Kasus Wahyu Setiawan

Reporter

Editor

Amirullah

Politikus PDIP Djarot Saiful Hidayat (baju merah), Peneliti Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi (batik tengah), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam diskusi di DPP PDIP, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Agustus 2019. Tempo/Egi Adyatama

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Djarot Saiful Hidayat menyebut partainya konsisten tidak akan menoleransi kadernya yang tersangkut korupsi, termasuk jika terbukti berkaitan dengan dugaan kasus suap yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Partai tidak akan melakukan intervensi siapa pun, yang bersalah akan diberikan sanksi tegas. Oknum itu tidak mewakili partai, itu individu, entah anggota atau kader pasti akan kami kasih sanksi yang tegas," ujar Djarot saat ditemui di JI-Expo Kemayoran pada Kamis, 9 Januari 2020.

KPK menangkap Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam rangkaian operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020. Selain Wahyu, ada tiga orang lain yang ditangkap. Seorang sumber Tempo menuturkan salah satunya diduga calon legislatif dari PDIP.

Kasus ini diduga berkaitan dengan perebutan kursi parlemen warisan almarhum Nazarudin Kiemas. "Informasinya seperti itu, ya makanya kita lihat dulu seperti apa. Tapi yang jelas, berikan kesempatan aparat penegak hukum untuk mengurai kasusnya," ujar Djarot.

Djarot hanya mengatakan bahwa pergantian antar waktu alias PAW anggota DPR dilakukan oleh PDIP sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku di DPP. "Kalau PAW, itu ada mekanismenya yang selalu diadakan dalam rapat. Ada penugasan khusus dan kami selalu mengikuti prosedur," ujar Djarot.

Informasi yang diperoleh Tempo, Partai Banteng menginginkan Harun Masiku yang menggantikan Nazarudin di DPR. Di sisi lain, KPU memutuskan Riezky yang menggantikan Nazarudin melenggang ke Senayan. KPU beralasan Riezky pemilih suara terbanyak setelah almarhum Nazarudin.

Ketika ditanya siapa yang direkomendasikan DPP sebagai pengganti kursi Nazaruddin Kiemas, Djarot mengaku tidak tahu. "Itu nanti ditanyakan seperti apa," ujar Djarot lalu berlalu.






Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

12 jam lalu

Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

Sebagai Ketua DPR, Puan Maharani menyebut dirinya sudah sering bertukar pikiran dengan Cak Imin yang juga Wakil Ketua DPR di Gedung DPR.


Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

13 jam lalu

Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin diwarnai candaan seputar Dewan Kolonel yang diinisiasi politkus PDIP Johan Budi Pribaowo.


Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

17 jam lalu

Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

Hari ini di Taman Makam Pahlawan, mereka yang mengisi Dewan Kolonel hadir mendampingi Puan Maharani.


Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

18 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

Meski sudah sering bertemu, Puan Maharani pun menyebut pertemuan dengan Cak Imin hari ini spesial.


Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

21 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

Puan Maharani didampingi sejumlah politikus PDIP, seperti Bambang Wuryanto, Utut Adianto, hingga Trimedya Panjaitan.


Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

23 jam lalu

Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

NSN melansir hasil surveinya yang menempatkan PDIP dan PSI menduduki peringkat teratas elektabilitas di DKI Jakarta.


Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

1 hari lalu

Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

Ketua Umum PDIP Megawati ingin memiliki kantor partai di Sabang, Merauke, Miangas, dan Pulau Rote


Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

1 hari lalu

Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

Gibran mengatakan kunjungannya ke rumah Rocky Gerung yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi itu tidak ada ketegangan justru berdiskusi santai


Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

1 hari lalu

Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

Muhaimin Iskandar menyatakan telah sepakat dengan Prabowo Subianto untuk terus memperbesar koalisi mereka dengan merekrut partai lainnya.


PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

1 hari lalu

PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

Pengamat menilai alasan PDIP menganggap Pemilu 2009 diwarnai kecurangan cukup kuat.