Menlu Retno: Lima Tahun Kedepan, Diplomasi Indonesia Fokuskan 4+1

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri).

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri).

    INFO NASIONAL-- Pada awal 2020, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menggelar Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2020 di Ruang Nusantara Kemenlu pada 8 Januari 2020, yang dihadiri oleh para Duta Besar negara sahabat, korps diplomatik, media massa, akademisi, organisasi internasional dan para pemangku kepentingan lainnya. PPTM 2020 ini bertujuan untuk mendiseminasikan informasi mengenai capaian-capaian dan prioritas Kemlu ke depannya. Adapun tema yang diangkat adalah “Diplomasi untuk Perdamaian dan Kesejahteraan" dengan tagar #Diplomacy4PeaceAndProsperity dan #Diplomacy4U 

    Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam sambutannya mengatakan, “Diplomasi Indonesia harus berdiri tegak, bermartabat memperjuangkan kepentingan nasional dan berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas dunia," ujarnya.

    Sebagai rangkuman capaian diplomasi pada 2019, Retno Marsudi menjelaskan, “Kemlu telah menangani 27.033 kasus WNI di luar negeri; menyelamatkan 197,71 Milyar Rupiah hak finansial WNI atau Pekerja Migrant Indonesia; dan merepatriasi 17.607 WNI bermasalah.”

    Lebih lanjut Retno Marsudi memaparkan diplomasi Indonesia pada 2020 dan 5 tahun kedepan akan memprioritaskan pada 4+1 yaitu penguatan diplomasi ekonomi; diplomasi perlindungan; diplomasi kedaulatan dan kebangsaan; dan peran Indonesia di kawasan dan global. Sementara plus satu-nya adalah penguatan infrastruktur diplomasi. Kemlu juga terus mendorong dan mengawal kebijakan Outbound Investment untuk perluasan pasar produk Indonesia, dan peningkatan daya saing industri Indonesia di tingkat global. Dari pemetaan awal tercatat 285 Outbound Investment dengan nilai mencapai US$ 14,30 miliar.

    “Pertama untuk memperkuat diplomasi ekonomi, Presiden RI menugaskan Wakil Menteri Luar Negeri untuk memperkuat diplomasi ekonomi kepada kepala perwakilan di setiap negara.  Diplomasi ekonomi akan difokuskan untuk menarik investasi yang berkualitas dalam mendukung prioritas pembangunan Indonesia yang sustainable, pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, penguatan industri hilir dan pembangunan pulau-pulau terluar, terdepan, termasuk Kepulauan Natuna,” kata Retno.

    Kedua, penguatan terhadap isu pelindungan dilakukan secara holistik baik di tingkat domestik maupun internasional, antara lain dengan Rencana Aksi Nasional dalam rangka implementasi Global Compact for Migration; kampanye penyadaran publik mengenai migrasi aman; pengembangan ekosistem pengguna aplikasi Safe Travel, melalui kerja sama dengan berbagai lembaga penyelenggara perjalanan

    Ketiga, diplomasi kedaulatan dan kebangsaan, memprioritaskan pada tiga prioritas yaitu meningkatkan intensitas perundingan baik untuk batas maritim dan batas darat, melindungi tumpah darah Indonesia, dan terus mengarusutamakan isu kemajemukan, demokrasi, toleransi dan pemberdayaan perempuan.

    “Indonesia akan terus menolak klaim yang tidak diakui oleh hukum internasional pada UNCLOS 1982. Isu kedaulatan dan integritas teritori merupakan hal yang tidak dapat ditawar sama sekali, oleh siapapun juga, kapanpun juga,” ucapnya menegaskan sekaligus menanggapi maraknya kapal Cina di perairan Indonesia

    Keempat, Peran Indonesia di kawasan regional ASEAN semakin meningkat pada 2020, terutama pada penyelesaian isu Rakhine State. Peran lainnya dalam keanggotaan Dewan Keamanan PBB bidang HAM, dan menjelang akhir 2019, Indonesia telah meluncurkan Indonesian-AID yaitu dana kerja sama pembangunan.

    Prioritas terakhir adalah pembangunan infrastruktur diplomasi..Pada 2020, Kemlu akan melakukan renovasi 51 gedung Perwakilan, setelah pada 2019 telah merenovasi 28 gedung Perwakilan. Menyusul empat gedung baru akan diresmikan, yaitu KBRI Phnom Penh, KJRI Kuching, KRI Tawau dan KBRI Warsawa.

    Sebagai upaya peningkatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, pada PPTM 2020, untuk pertama kalinya Kemlu memberikan apresiasi Social Media Awards bagi Perwakilan-Perwakilan dan Duta Besar RI yang aktif menggunakan media sosial dalam pelaksanaan diplomasi. Pengukuran performa diseminasi informasi Perwakilan RI dilakukan oleh lembaga digital nasional independen Awrago dengan metode data crawling dengan teknologi artificial intelligence.

    Terdapat empat kategori apresiasi, yaitu The Most Active Mission bagi Perwakilan yang menggunakan sosial media dengan baik. Kategori ini dimenangkan oleh KBRI Hanoi. The Most Engaging Mission yang aktif melakukan komunikasi dua arah dengan audiens. Kategori ini dimenangkan oleh KJRI Chicago.

    The Best Use of Visual untuk Perwakilan yang dinilai efektif dalam penggunaan audio dan visual, oleh KJRI Hong Kong. The Digital Head of Mission yang diperuntukan bagi Kepala Perwakilan yang telah memanfaatkan sosial media pribadinya secara efektif demi kemajuan diplomasi. Kategori ini dimenangkan oleh Duta Besar untuk Kanada Abdul Kadir Jailani. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.