Nama Firli Bahuri di Kasus Muara Enim Muncul dari Penyadapan KPK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK terpilih 2019-2023, Firli Bahuri melambaikan tangan saat meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK terpilih 2019-2023, Firli Bahuri melambaikan tangan saat meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mencuat di sidang kasus dugaan siap dengan terdakwa Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani. Dalam kasus ini, Ahmad Yani diduga menerima suap dari proyek jalan senilai Rp 132 Miliar.

    Kuasa Hukum terdakwa, Maqdir Ismail, mengatakan nama Firli muncul dari penyadapan KPK atas terdakwa lain dalam kasus ini yaitu Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyart Muara Enim Elfin Muchtar.

    "BAP hanya menerangkan percakapan antara Elvin dan kontraktor bernama Robi. Dalam percakapan itu Elvin akan memberikan sejumlah uang ke Firli Bahuri," ujar Maqdir di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Palembang pada Rabu, 7 Januari 2020. 

    Maqdir menuturkan akan tetapi Firli Firli tidak pernah dimintai konfirmasi apakah benar dia menerima uang atau tidak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.