Ridwan Kamil Minta Pusat Tangani Banjir Jakarta dan Sekitarnya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  meninjau banjir di Kota Bekasi, Kamis, 2 Januari 2020.  Tempo/Adi Warsono

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau banjir di Kota Bekasi, Kamis, 2 Januari 2020. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat turun tangan menangani banjir Jakarta dan daerah sekitarnya.

    Dia beralasan bahwa banjir dan dampaknya dialami lintas provinsi, yakni Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

    "Kalau sudah lewat dari 2 provinsi maka inisiatifnya harus datang dari pemerintah pusat untuk mengumpulkan provinsi-provinsi yang terdampak,” kata Riadwan Kamil di Bandung hari ini, Jumat, 3 Januari 2020.

    Emil, begitu dia biasa disapa, menuturkan bahwa penanganan banjir DKI Jakarta tidak bisa ditangani oleh satu provinsi sebab ancaman cuaca ekstrem diperkirakan sampai beberapa pekan ke depan.

    “Harus ada rapat koordinasi oleh pemerintah pusat."

    Banjir di awal 2020 tersebut salah satunya di picu curah hujan yang ekstrem sehingga infrastruktur tak mampu menahannya. Menurut Ridwan Kamil, berdasarkan catatan BMKG dan BNPB hujan terekstrem sejak 2007.

    Banjir dan longsor setidaknya terjadi di enam daerah yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Karawang, Indramayu, dan Bandung Barat.

    Ridwan Kamil menyatakan telah meminta masyarakat Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Sistem peringatan dini sampai tingkat RW pun telah dibangun, yaitu dengan aplikasi Sapa Warga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.