Cegah Banjir Jakarta, 22 Ton Garam Dipakai untuk Rekayasa Cuaca

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengevakuasi warga saat terjadi banjir di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis Pagi, 2 Januari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas mengevakuasi warga saat terjadi banjir di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis Pagi, 2 Januari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penetapan Teknologi (BPPT) bersama TNI akan melakukan empat kali penerbangan operasi modifikasi cuaca sebagai upaya mencegah banjir Jakarta dan wilayah sekitarnya pada Jumat, 3 Januari 2020.

    Kepala Pusat dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan dua sorti penerbangan rencananya mulai dilakukan pada pukul 09.00 WIB. Sedangkan dua sorti selanjutnya pukul 13.00 WIB.

    Keputusan melakukan upaya pencegahan banjir lebih besar di wilayah Jabodetabek dengan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) diputuskan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Jabodetabek di BNPB pada Kamis, 2 Januari 2020.

    BPPT menyiapkan TMC untuk mempercepat penurunan hujan sebelum mencapai wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sehingga mengurangi hujan yang turun di area tersebut dalam rangka mencegah banjir. "Kami sudah siapkan 22 ton bahan semai (garam), dan segera ditambah lagi stoknya," kata Kepala BPPT Hammam Riza.

    Hammam mengatakan rencananya ada empat sortie penerbangan per hari untuk menyemai awan dalam rangka mempercepat penurunan hujan sehingga tidak sampai turun di wilayah Jabodetabek.

    Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan BPPT bersama Markas Besar TNI melakukan teknologi modifikasi cuaca untuk menangani banjir Jabodetabek. Ia mengatakan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi volume awan sehingga curah hujan yang turun lebih terkendali dan tidak menyebabkan banjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.