Komisi VIII DPR Minta Kemensos dan BNPB Terus Siaga Hadapi Banjir

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Paskhas TNI AU mengevakuasi balita dari rumah yang mengalami kebanjiran di Kawasan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu, 1 Januari 2020. Intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah Jakarta mengalami kebanjiran. TEMPO/Amston Probel

    Personel Paskhas TNI AU mengevakuasi balita dari rumah yang mengalami kebanjiran di Kawasan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu, 1 Januari 2020. Intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah Jakarta mengalami kebanjiran. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Ace Hasan Syadzily mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial terus siaga menghadapi banjir yang melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Ace juga mengingatkan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial di masing-masing daerah juga turut siaga.

    Menurut Ace kesiapsiagaan diperlukan mengingat curah hujan tinggi diprediksi masih akan terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelumnya menyatakan banjir yang melanda Jabodetabek dua hari ini disebabkan curah hujan ekstrem.

    "BMKG mengatakan bahwa puncak curah hujan tinggi akan terjadi pada bulan Februari 2020. Ini artinya kemungkinan bencana banjir tetap harus diwaspadai," kata Ace kepada wartawan, Kamis, 2 Januari 2020.

    Ace mendorong Kementerian Sosial atau Kemensos dan Dinas Sosial menyediakan kebutuhan logistik dasar, seperti makanan, minuman, dan pelayanan kesehatan untuk warga yang menjadi korban banjir.

    Banjir melanda Jabodetabek pada Rabu kemarin, 1 Januari 2020 akibat hujan ekstrem sejak 31 Desember 2019. Data BNPB mencatat, titik banjir terbanyak terdapat di Bekasi. Ada 32 titik banjir di Kabupaten Bekasi dan 53 titik di Kota Bekasi. Sedangkan titik banjir di DKI Jakarta sebanyak 63 titik.

    BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia bakal menghadapi cuaca ekstrem dan hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam sepekan ke depan. "Cuaca ekstrem dan hujan lebat selama 1 sampai 4 Januari 2020 berpotensi turun di Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono Rahadi Prabowo dalam keterangan tertulis, Rabu.

    Selama periode itu, cuaca ekstrem dan hujan lebat juga berpeluang meliputi wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara Maluku dan Papua.

    Selanjutnya, dari 5 sampai 7 Januari 2020, cuaca ekstrem dan hujan lebat diperkirakan meliputi wilayah Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.