Ini 3 Sketsa Penyerang Novel Baswedan yang Pernah Dirilis Polisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kedua kiri), Penyidik Senior Novel Baswedan (kedua kanan), Ketua Wadah Pegawai Yudi Purnomo (kiri), dan Penasihat KPK Sarwono Sutikno (kanan) menyalakan kembali layar penghitung waktu peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, di Lobi Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019. ANTARA

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kedua kiri), Penyidik Senior Novel Baswedan (kedua kanan), Ketua Wadah Pegawai Yudi Purnomo (kiri), dan Penasihat KPK Sarwono Sutikno (kanan) menyalakan kembali layar penghitung waktu peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, di Lobi Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap dua polisi aktif yang diduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Kedua terduga pelaku ini berinisial RM dan RB.

    Mereka ditangkap di kawasan Cimanggis, Kota Depok. "Kami menangkap kedua terduga pelaku tadi malam (Kamis, 26 Desember 2019)," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono, Jumat, 27 Desember 2019.  

    Soal identitas pelaku dan pangkatnya di kepolisian pun Argo juga enggan menjawab. Ia beralasan keduanya baru ditangkap sehingga masih menjalani pemeriksaan. "BAP-nya saja saya belum baca," kata Argo merujuk Berita Acara Pemeriksaan. 

    Polisi pernah dua kali menyebar sketsa penyerang Novel. Total, ada tiga sketsa yang pernah dikeluarkan polisi.

    Sketsa pertama ditunjukkan oleh mantan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian pada 31 Juli 2017. Ia mengatakan sketsa yang selesai dibuat dua hari lalu itu didapat setelah mendengar keterangan seorang saksi yang melihat terduga sebelum peristiwa terjadi.

    "Diduga dia adalah pengendara sepeda motor penyerang," kata Tito Karnavian di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 31 Juli 2017. Menurut dia, saksi melihat ada sosok orang yang mencurigakan sebelum penyerangan kepada Novel Baswedan terjadi.

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terduga penyerang Novel Baswedan. Biro Pers Istana Kepresidenan

    Sosok tersebut berdiri tidak jauh dari masjid tempat Novel Solat Subuh. Demi keamanan, Tito enggan menyebutkan sosok saksi tersebut. Dari penjelasan Tito, proses pembuatan sketsa menggunakan teknologi mutakhir. Bahkan penyidik Polri menggandeng kepolisian dari Australia. "Ini statusnya (hasil sketsa) baik. Artinya mendekati wajah yang dilihat saksi," kata dia.

    Dari pengamatan saksi, terduga diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter dengan ciri-ciri fisik kulit hitam, rambut keriting, dan berbadan ramping. Bila dibandingkan, Tito menilai, ciri-ciri tersebut berbeda dengan orang-orang yang sudah diperiksa oleh penyidik, yaitu M, H, satu anggota Polri, dan Lestaluhu. "Saksi menyatakan negatif dan alibinya mereka tidak ada di TKP," kata Tito.

    Sketsa kedua ditampilkan polisi saat bertemu KPK pada 24 November 2017. Kala itu, Kepolisian Daerah Metro Jaya menunjukkan dua sketsa wajah terduga pelaku penyerang Novel Baswedan di Gedung KPK.

    Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (kanan) menunjukkan sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan dalam sesi konferensi pers di Jakarta, 24 November 2017. Sebelumnya, sketsa terduga pelaku penyerangan ini telah diumumkan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Menurut Jenderal Idham Azis, yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Polda Metro Jaya Inspektur, sketsa tersebut dibuat setelah melakukan rangkaian pemeriksaan terhadap 66 saksi.

    Idham mengatakan detail sketsa tersebut diperoleh dari dua saksi dengan inisial S dan SN. Selain itu, hasil temuan ini berkat kerja sama Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusnafis) Polri dengan Australian Federal Police dalam menyelidiki sejumlah CCTV di tempat kejadian perkara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.