Jawa Tengah Gratiskan Biaya SMA, SMK, dan SLB Negeri Tahun 2020

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pendidikan anak (pixabay.com)

    Ilustrasi pendidikan anak (pixabay.com)

    Semarang-Mulai tahun ajaran 2020-2021 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggratiskan biaya sekolah negeri untuk tingkat menengah atas dan kejuruan serta Sekolah Luar Biasa. Pemerintah telah menganggarkan dana Rp860,4 miliar untuk merealisasikan program tersebut.
     
    Sebanyak 303.205 siswa SMAN, 263.645 siswa SMKN, dan 8.010 siswa SLB akan menikmati sekolah gratis. "Mudah-mudahan dengan program ini upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul di Jawa Tengah akan cepat terwujud," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jumat, 27 Desember 2019.
     
    Ganjar menyebut, akan menggandeng seluruh kepala sekolah dalam melaksanakan program itu. Sehingga tidak banyak pungutan yang dilakukan setelah pemerintah menggratiskan biasa sekolah. "Jangan sampai SPP-nya gratis tapi sekolah tetap menarik pungutan-pungutan," sebut dia.
     
    Pemprov Jateng juga memberikan seragam sekolah gratis untuk siswa miskin kelas X dan XI dari SMAN dan SMKN serta seluruh siswa SLBN. Sebanyak 97.614 siswa akan menerima seragam gratis.
     
    "Kita harapkan dengan kondisi ini, akses pendidikan akan menjadi lebih baik," kata politukus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.
     
    Ganjar menyebut, para guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap juga akan mendapat perhatian dari pemerintah. Sebanyak 12.181 guru SMAN, 12.100 guru SMKN, dan 1.023 guru SLBN akan menerima gaji sesuai upah minimum kota atau kabupaten ditambah 10 persen.
     
    "Kalau kondisinya begini, kenyamanan belajar mereka akan jauh lebih baik. Tidak hanya menggratiskan kita juga memberikan standar minimal yang akan diberikan sekolah," tutur Ganjar.
     
    JAMAL A. NASHR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.