PDIP: Bodoh Jika Jokowi Mau Rusak Reputasi Karena Gibran - Bobby

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Menantu Jokowi Bobby Nasution, putra bungsu dan sulung Jokowi Kaesang Pangarep, dan Gibran Rakabuming Raka menghadiri debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, 13 April 2019. Mereka tampil kompak dengan kemeja putih. TEMPO/M Taufan Rengganis

    (kiri-kanan) Menantu Jokowi Bobby Nasution, putra bungsu dan sulung Jokowi Kaesang Pangarep, dan Gibran Rakabuming Raka menghadiri debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, 13 April 2019. Mereka tampil kompak dengan kemeja putih. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus PDIP, Maruarar Sirait, berpendapat bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak akan ikut campur dalam urusan pencalonan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka dalam Pilwakot Solo 2020. Begitu pun dalam pencalonan menantunya, Bobby Nasution dalam Pilwakot Medan 2020.

    "Masak Jokowi mau merusak nama dia gara-gara si Gibran, gara-gara si Bobby. Emangnya kau pikir Jokowi enggak mau menjaga reputasi dia, enggak mau menjaga bagaimana dia membuat warisan. Bodoh banget Jokowi itu kalau dia mau mempertaruhkan itu," ujar Maruarar dalam diskusi bertajuk 'Jokowi Langgengkan Politik Dinasti' di bilangan Menteng, Jakarta pada Ahad, 22 Desember 2019.

    Menurut Maruarar, Jokowi akan melepas Gibran dan Bobby berjuang sendiri untuk mencapai tampuk kekuasaan. "Misalkan kalau Gibran maju, Bobby kalah, ya kalah aja. Kalah aja, gak ada masalah bagi dia. Gak mau lah dia pertaruhkan reputasi gara-gara maksain Gibran dan Bobby. Gak mungkin," ujar Maruarar.

    Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengingatkan, partai harus memastikan proses rekrutmen politik berlangsung demokratis. Partai, kata dia, bertanggungjawab menghadirkan menu-menu yang sehat dalam politik.

    Dia berharap, PDIP tidak memberikan privilage atas pertimbangan garis keturunan keluarga atau sekedar mengutamakan popularitas semata dalam mengambil keputusan politik dalam Pilkada 2020 ini.

    "Partai politik harus ramah dan inklusif bagi setiap kadernya. Tidak boleh ada privilage, itu tidak adil," ujar Titi di lokasi yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...