Menteri Kesehatan Terawan akan Petakan Persebaran Ular Kobra

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dinas pemadam kebakaran melakukan evakuasi seekor ular King Kobra (Ophiophagus Hannah) saat ditemukan di kawasan permukiman warga Jakasampurna, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Temuan  King Kobra dengan panjang dua meter tersebut berawal dari laporan warga, selanjutnya ular diserahkan ke komunitas reptile. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    Petugas dinas pemadam kebakaran melakukan evakuasi seekor ular King Kobra (Ophiophagus Hannah) saat ditemukan di kawasan permukiman warga Jakasampurna, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Temuan King Kobra dengan panjang dua meter tersebut berawal dari laporan warga, selanjutnya ular diserahkan ke komunitas reptile. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan akan memetakan pola sebaran ular kobra yang belakangan muncul di sejumlah daerah. Ia menyebut pemetaan ini diperlukan agar Kementerian Kesehatan dapat menakar penyebaran serum bisa ular ke daerah.

    "Jadi menurut saya enggak semua daerah ular yang kena. Ada yang tawon, ada daerah yang kena kalajengking. Itu berbeda-beda. Karena itu kami petakan mana daerah yang lebih banyak terkena ular," kata Terawan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Desember 2019.

    Terawan mengakui saat ini tak semua rumah sakit memiliki serum bisa ular. Ia beralasan bisa ular tak menjadi ancaman sehingga ketersediaan serum belum menjadi prioritas di semua rumah sakit. "Kan harus disesuaikan dengan hakikat ancaman. Kalau ancamannya gak ada ngapain disediain. Boros toh," kata Terawan.

    Karena itu, dengan banyaknya kabar munculnya ular di daerah, Kementerian Kesehatan akan mulai menyebarkan serum. Ia mengatakan pemetaan ini hanya memakan waktu sekitar satu hari. "Jadi kita akan deploy-nya harus tetap sasaran," kata dia.

    Dalam seminggu terakhir, laporan penemuan ular kobra semakin meningkat di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta. Kebanyakan temuan masyarakat adalah anak ular kobra dalam jumlah lebih dari satu.

    Ahli ular atau herpetologi dari Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto IGA Ayu Ratna Puspitasari menjelaskan fenomena ini diduga terkait dimulainya musim hujan, yang merupakan masa telur ular kobra menetas. Ayu juga menyebut penyebab lain yang menyebabkan ular masuk rumah warga karena habitat asli satwa itu di alam berkurang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.