Menkominfo Nilai Perlu Ada Kesamaan Cara Pandang Humas dan Pers

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate saat memberikan sambutan usai serah terima jabatan di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate saat memberikan sambutan usai serah terima jabatan di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johny G. Plate menilai perlu adanya kesamaan cara pandang bagi bagian hubungan masyarakat di seluruh kementerian, instansi atau lembaga di Indonesia.

    "Bukan hanya humas pemerintah, tapi juga humas sektor privat untuk mempunyai cara pandang yang sama dalam memanfaatkan teknologi, telekomunikasi, dan teknologi informasi," kata Plate di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Kamis, 19 Desember 2019.

    Kesamaan pandang itu, kata Plate, juga berlaku untuk pers dan masyarakat sebagai individu. Senada dengan dia, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan bahwa keberadaan pers sangat memengaruhi persepsi publik hingga 60 persen.

    Untuk itulah, Iqbal menilai perlu adanya persamaan pandangan di seluruh lini sektor, termasuk pers. "Karena media dapat memajukan bangsa ini. Tapi ketika media hanya melihat benefit atau rating, maka pemberitaan yang dihasilkan bisa mengganggu stabilitas keamanan nasional," kata dia di lokasi yang sama.

    Sehingga Polri, kata Iqbal, mempunyai kepentingan untuk menggandeng seluruh bagian hubungan masyarakat di kementerian atau lembaga, serta masyarakat, agar ke depan seluruh pemberitaan memiliki satu tujuan. "Kita harus memajukan Indonesia dengan melakukan tugas kehumasan dengan memanage media secara sinergi," ucap Iqbal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.