Kelompok MIT Tembak Satu Polisi dan Sandera Warga

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono (kanan) bersama Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadirkrimum) AKBP Ade Ary Syam Indradi saat memberikan keterangan pers terkait kasus pencurian dengan kekerasan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono (kanan) bersama Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadirkrimum) AKBP Ade Ary Syam Indradi saat memberikan keterangan pers terkait kasus pencurian dengan kekerasan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.COJakarta - Seorang anggota Brigade Mobil Polri tewas tertembak oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur atau MIT di Poso, Sulawesi Tengah.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Argo Yuwono, membenarkan insiden penembakan itu.

    "Ya, benar telah terjadi penyerangan anggota Ops Tinombala IV oleh kelompok MIT," ujar Argo saat dihubungi Tempo, Jumat, 13 Desember 2019. 

    Argo mengatakan peristiwa terjadi di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Mautong, Sulteng, sekitar pukul pukul 12.30 Wita. Saat itu, kelompok pimpinan Ali Kalora menyerang anggota Brimob dan warga yang barus saja selesai melaksanakan salat Jumat.

    Setelah melakukan penyerangan Kelompok KKB berpencar, masing-masing ke Arah SD Salubanga dan ke belakang musala. Tidak berselang lama Kelompok yang diduga MIT kembali melakukan penyerangan dengan menembak Pos Sekat Alfa 16 milik Satuan Tugas Operasi Tinombala.

    Tidak hanya menyerang, kelompok itu juga sempat menyandera warga dan anggota polisi yang kembali dari salat jumat.

    Dari baku tembak itu, anggota yang bernama Baratu Saiful tewas. "Kondisi korban informasi awal meninggal dunia. Untuk kepastian menunggu tim evakuasi," ucap Argo soal insiden dengan kelompok MIT ini.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.