Bertemu Mahfud MD, Prabowo Akan Kaji Lagi Pembelian Alutsista

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Kantor Kemenko Polhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Kantor Kemenko Polhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyambangi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019. Dalam pertemuan itu, Prabowo mengaku meminta petunjuk pada Mahfud sebagai Menko.

    "Saya baru saja menghadap Menko Polhukam Pak Mahfud, tentunya saya minta petunjuk- petunjuk," kata Prabowo saat ditemui usai pertemuan.

    Pertemuan itu berjalan cukup singkat, hanya sekitar 15 menit. Prabowo awalnya diagendakan bertemu Mahfud pukul 11.00 WIB. Namun ia baru datang setelah Salat Jumat dilaksanakan, yakni sekitar pukul 12.45 WIB. Meski kantornya berada di samping Kantor Kemenko Polhukam, namun Prabowo nampak tiba dengan mengenakan mobil Lexus putihnya.

    Prabowo mengatakan pertemuan itu membahas beberapa masalah pokok di bidangnya, yakni pertahanan. Mereka membahas tentang alat utama sistem senjata (alutsista).

    "Ya alutsista dianggap mungkin terlalu mahal. Sedang ditinjau kembali, kita sedang me-review, mengkaji," kata Prabowo.

    Prabowo mengatakan ia dan Mahfud Md diperintah oleh Presiden Joko Widodo untuk bernegosiasi kembali terkait alutsista. Ia mengatakan beberapa di antaranya adalah terkait kontrak lama di luar negeri.

    "Ya kita kan pelaksana, jadi ya kita harus pandai-pandai untuk menjaga kepentingan nasional," kata Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.