Hari ini, Jokowi Lantik Dewan Pertimbangan Presiden

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Presiden menyatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT akan selesai pada tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Presiden menyatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT akan selesai pada tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi bakal melantik para Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), hari ini, Kamis, 12 Desember 2019.

    "Besok siang (hari ini) rencananya pelantikan wantimpres," kata Juru Bicara Istana Fadjroel Rachman lewat pesan singkat, Kamis, 12 Desember 2019.

    Fadjroel enggan membeberkan siapa saja para Wantimpres pilihan Jokowi. Ia juga menolak memberi tahu latar belakang para kandidat. "Lihat UU Nomor 19 tahun 2006," katanya.

    Dalam undang-undang tersebut, Dewan Pertimbangan Presiden terdiri atas seorang Ketua merangkap anggota dan delapan orang anggota. Ketua Wantimpres dapat dijabat secara bergantian di antara

    anggota yang telah ditetapkan oleh Presiden.

    Selain itu, anggota Wantimpres tidak boleh merangkap jabatan sebagai pejabat negara, pejabat struktural pada instansi pemerintah, pejabat lain, pimpinan partai politik, pimpinan organisasi kemasyarakatan, pimpinan lembaga swadaya masyarakat, pimpinan yayasan, pimpinan badan usaha milik negara atau badan usaha milik swasta, pimpinan organisasi profesi, dan pejabat

    struktural pada perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

    Salah satu nama yang santer bakal menjadi Wantimpres adalah Wakil Presiden ke-12 Jusuf Kalla atau JK. Namun dalam beberapa kali kesempatan, saat ia masih menjabat, JK menampik kabar tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.