Implementasi Transformasi Digital di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (1)

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Implementasi Transformasi Digital di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

    Implementasi Transformasi Digital di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

    INFO NASIONAL — PT Angkasa Pura II (Persero) sejak 2016 hingga kini fokus menjalankan transformasi digital guna mempercepat peningkatan standar operasional dan pelayanan di bandara-bandara perseroan.

    Transformasi digital yang dilakukan ini juga sejalan dengan upaya perseroan menjadi The Best Smart Connected Airport Operator in The Region. Selain itu, digitalisasi di bandara bertujuan mengakomodir kebutuhan traveler atau penumpang pesawat saat ini yang sekitar 60-70 persen berasal dari kalangan milenial. 

    Adapun Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia dan salah satu tersibuk di dunia menjadi tempat mengembangkan platform digital bandara sebelum digunakan bandara lain.

    Konsep yang dikembangkan di PT Angkasa Pura II disebut “Digitally Ready Enterprise” dengan mengedepankan pemanfaatan state of the art technology dalam implementasi transformasi digital perusahaan. 

    Sejumlah konsep atau produk telah dilahirkan dari transformasi digital yang dijalankan PT Angkasa Pura II dan sudah diimplementasikan di Bandara Soekarno-Hatta untuk aspek operasional dan pelayanan. Berikut adalah beberapa di antaranya: 

    1. Airport Operation Control Center (AOCC)

    AOCC merupakan wadah kolaborasi di antara stakeholder sehingga tercipta Airport Collaborative Decision Making (ACDM) untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi penerbangan. Personil AOCC berasal dari PT Angkasa Pura II, maskapai, ground handling, Otoritas Bandara, Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina, dan AirNav.

    1. Terminal Operation Center (TOC)

    TOC terletak di setiap terminal, yaitu Terminal 1, Terminal 2,  Terminal 3 dan Terminal Kargo. Fungsinya adalah sebagai pos komando terintegrasi guna memastikan fungsi dari masing-masing unit seperti keamanan, operasional dan pelayanan dapat berjalan maksimal di setiap terminal.

    1. iPerform Apps

    PT Angkasa Pura II kini memiliki platform aplikasi iPerform di iOS dan android yang hanya dapat diakses oleh kalangan internal dan menjadi alat bantu operasi internal. Aplikasi ini dapat membantu memantau aktivitas di bandara seperti status parking stand, garbarata, data TOC, toilet, hingga terkait bisnis.

    Aspek pelayanan pun juga didorong pemanfaatan teknologi digital dalam peningkatan customer experience di bandara. Konsep Airport Digital Journey Experience menjadi proses pelayanan yang memperhatikan aspek pre-journey, on-journey dan post-journey. Beberapa di antaranya adalah:

    1. Contact Center 138

    Layanan contact center 138 menjadi pusat pengendali layanan dan respons kepada pelanggan melalui phone-in service, Whatsapp Messengers, dan juga social media.

    1. Digital Officer with Digital Device (DODD)

    DODD, lebih dikenal dengan Petugas DiLan (Digital Melayani), merupakan personil PT Angkasa Pura II yang dilengkapi gadget digital supaya dapat dengan cepat menangani permasalahan di lapangan atau memberikan solusi atas pertanyaan pertanyaan penumpang pesawat maupun pengunjung bandara.

    1. Self Boarding Gate

    PT Angkasa Pura II telah menyediakan self boarding gate di Terminal 3 Soekarno-Hatta agar operasional maskapai dapat lebih efisien dan efektif, selain tentunya memastikan proses boarding berjalan teratur. 

    1. Autogate dan E-Ticket di Shelter Bus

    PT Angkasa Pura II melakukan digitalisasi di layanan bus melalui autogate dan e-ticket di shelter bus Bandara Soekarno-Hatta agar operasional operator bus dapat lebih efisien. 

    1. Self Check-in Kiosk dan Self Baggage Drop

    Adanya mesin self check-in kiosk dan self baggage drop membuat traveler lebih mudah dan cepat dalam memproses keberangkatan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.