Amien Rais: PAN Bukan Partai Kampungan, Jangan Dahului Takdir

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bersiap diperiksa terkait kasus dugaan makar di Polda Metro Jaya, Jakarta, 24 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bersiap diperiksa terkait kasus dugaan makar di Polda Metro Jaya, Jakarta, 24 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais geram dengan kelakuan beberapa kader partai yang meneriakkan dukungan untuk Zulkifli Hasan. 

    Amien Rais mengatakan teriakan-teriakan dukungan semacam itu tidak patut diucapkan sekarang karena belum dalam forum kongres. Sebelumnya, beberapa kader meneriakan dukungan agar Zulkifli Hasan kembali menjadi Ketua Ketua Umum PAN.

    “Saudaraku tadi ada teriakan lanjutkan-lanjutkan sudah seperti kongres ya. Kalau hasil akhir yang tahu hanya Allah SWT. Boleh anda lanjutkan atau tidak lanjutkan, satu periode, saya hanya tersenyum karena sudah ada di lauhul mahfudz siapa yang akan jadi ketua umum kita nanti,” katanya, Sabtu 7 Desember 2019.

    Namun setelah Amien selesai berpidato, dan tengah memimpin doa, kader kembali menyebut, “lanjutkan, lanjutkan.” Kali ini Amien nampak geram, ia kembali menegur, “maaf tidak ada yel, lanjutkan belum tentu ya,” kata dia.

    Ia menegur agar tidak mendahului takdir. Menurutnya sorak sorai seperti itu tidak layak. “Anda jangan sorak-sorak seperti itu, tidak layak. Ini bukan partai kampungan,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.