Polisi Bidik Jafar Shodik dengan Pasal Ujaran Kebencian UU ITE

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin memimpin doa bersama didampingi istri Wuri Estu Handayani Ma'ruf Amin (kanan) beserta keluarga sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di  Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin memimpin doa bersama didampingi istri Wuri Estu Handayani Ma'ruf Amin (kanan) beserta keluarga sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Inspektur Jenderal Antam Novambar mengatakan penceramah Jafar Shodik telah ditetapkan sebagai tersangka. "Benar,” kata Antam saat dihubungi, Kamis 5 Desember 2019.

    Jafar Shodik Alattas yang ditangkap oleh tim tindak Dittiporsiber Bareskrim Polri pada 01.00 WIB dini hari, Kamis 5 Desember 2019, di kediamannya di Cimanggis, Depok.

    Jafar ditangkap karena diduga menghina Wakil Presiden Ma'ruf Amin dengan menyebut 'Babi' saat ceramah dalam acara tabligh Akbar di Singkawang, Kalimantan Barat pada 2 Januari 2019.

    Jafar diduga melanggar pasal 45A ayat 2 Jo 28 ayat 2 dan atau pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

    Kepala Biro Penerangan Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan polisi menangkap Jafar dengan menggunakan laporan model A.

    “Sebelumnya kami sudah membuat laporan model A. Kemudian dari siber (Direktorat Cyber) kemarin mengamankan seorang laki-laki dengan inisial JS,” kata Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 5 Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.