Survei: Masyarakat Tak Peduli Rizieq Shihab Pulang atau Tidak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab bersiap menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Rizieq Shihab bersiap menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Parameter Politik Indonesia menunjukkan, masyarakat cenderung tidak peduli dengan isu pemulangan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, yang belakangan ramai diperbincangkan.

    Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menjelaskan, hasil survei lembaganya menunjukkan masyarakat yang setuju dengan pemulangan Rizieq ke Indonesia sebanyak 24,6 persen dan yang menolak 19,5 persen. Sisanya tidak menjawab 45,9 persen.

    Kemudian, masyarakat yang berharap pemerintah turut membantu pemulangan Rizieq ke Indonesia sebesar 31,7 persen. Dan yang meminta Rizieq tetap di Arab Saudi 22,6 persen. Sisanya 45,7 persen tidak menjawab.

    "Data ini menunjukkan, secara signifikan masyarakat tidak terlampau peduli dengan isu ini. Orang sudah bosan dengan isu ini," ujar Adi Prayitno di kantornya, bilangan Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat, 29 November 2019.

    Dari data tersebut, ujar Adi, yang mendukung pemulangan Rizieq ke Indonesia, ditemukan berasal dari seluruh lapisan usia dan pendidikan serta pendukung Prabowo-Sandi. Sementara masyarakat yang cenderung menolak pemulangan Rizieq berasal dari pemilih selain Islam, mengaku memilih
    Jokowi-Ma’ruf, serta mengaku memilih PDIP, PSI serta PKB.

    Survei ini dilakukan pada 5-12 Oktober 2019 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan sampel sebanyak 1.000 responden.

    Pengumpulan data dilakukan dengan metode face to face interview menggunakan kuisioner yang dilakukan oleh surveyor terlatih. Adapun margin of error survei ini sebesar ± 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.