Veronica Koman Buka Alasan Kenapa Belum Pulang ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Veronica Koman, pengacara hak asasi manusia dan pendamping mahasiswa Papua di Surabaya, menjadi tersangka karena dianggap melakukan provokasi dan menyebarkan berita bohong di media sosial. Facebook/Veronica Koman

    Veronica Koman, pengacara hak asasi manusia dan pendamping mahasiswa Papua di Surabaya, menjadi tersangka karena dianggap melakukan provokasi dan menyebarkan berita bohong di media sosial. Facebook/Veronica Koman

    TEMPO.CO, JakartaAktivis HAM, Veronica Koman, mengatakan sengaja untuk tidak pulang ke Indonesia. Saat ini, ia sedang sekolah di Australia.

    "Sebentar lagi 1 Desember, saya merasa lebih berguna jika ada di sini," kata Veronica kepada Tempo, Rabu, 27 November 2019. "Maksudnya saya lebih leluasa memberikan informasi tentang kondisi di Papua."

    Selama ini, Pemerintah melabeli 1 Desember sebagai hari terbentuknya Organisasi Papua Merdeka (OPM).

    Veronica curiga pemerintah akan membatasi akses informasi di Papua pada tanggal tersebut. "Makanya saya akan tetap di sini untuk mengabarkan kondisi di Papua sehingga masyarakat akan mendapat informasi yang utuh," kata dia.

    Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka provokasi dan penyebaran informasi palsu kerusuhan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Ia dijerat pasal menyebarkan provokasi dan ujaran bernada sara dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). 

    Kepada Tempo, perempuan yang biasa mengadvokasi isu-isu seputar Papua ini mengatakan tidak kaget dengan penetapan tersangka ini. “Saya sudah menyangka bakal kena pasal karet UU ITE,” kata Veronica.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.