KPK: Info Intelijen, Ada Saksi yang Tunggu Komisioner Baru

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan KPK, Laode M. Syarif, menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat malam, 2 Agustus 2019. Guncangan gempa ini terasa hingga wilayah Jakarta hingga Yogyakarta. TEMPO/Imam Sukamto

    Pimpinan KPK, Laode M. Syarif, menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat malam, 2 Agustus 2019. Guncangan gempa ini terasa hingga wilayah Jakarta hingga Yogyakarta. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuding KPK sudah kehilangan taring. 

    "KPK sekarang ini kok seperti macan ompong. Kalau dulu, panggilan pertama saja orang udah keringat dingin. Sekarang dipanggil berkali-kali pun tak hadir saksi itu. Kenapa ini?" ujar Anggota Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi Demokrat, Benny K. Harman saat rapat kerja bersama Komisi Hukum DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu, 27 November 2019.

    Menjawab pertanyaan Benny, Wakil Pimpinan KPK Laode M. Syarief mengatakan ada dua alasan. Pertama, pemaggilan saksi tidak bisa dipaksakan karena masih dalam tahap penyelidikan.

    "Kedua, informasi intelijen kami, ada yang nunggu nanti komisioner yang akan datang saja. Jadi sekarang enggak mau. Ada juga begitu. Ini kami jujur saja," ujar Laode.  

    Belakangan, memang ada beberapa saksi dari kalangan politikus yang mangkir ketika dipanggil KPK. Syarief mengatakan meski mereka terkesan menghindar KPK tetap akan terus memanggil para saksi.

    "Sebenarnya kan ini bisa saja masuk obstraction of justice. Kami enggak mau jauh melangkah ke sana. Tapi itu jawaban jujur dari saya," kata Syarief. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.