Prabowo Ingin Guru Ajarkan Bahaya PKI Kepada Siswa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memegang senjata laras panjang saat mengunjungi PT Pindad, di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 6 November 2019. Foto: Kemenhan

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memegang senjata laras panjang saat mengunjungi PT Pindad, di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 6 November 2019. Foto: Kemenhan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan ancaman komunis masih nyata di Indonesia. Karena itu, Ketua Umum Gerindra ini ingin para guru mengajarkan soal sejarah kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada siswanya.

    "Saya juga berharap kepada para guru sejarah di sekolah-sekolah, dapat menyampaikan sejarah pemberontakan dan kekejaman PKI yang benar kepada para siswa-siswi," kata Rektor Universitas Pertahanan Indonesia Letjen TNI Tri Legionosuko yang membacakan sambutan Prabowo di pembukaan acara Bedah Buku "PKI Dalang dan Pelaku G 30S 1965" di kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Sabtu, 23 November 2019.

    Ia mengatakan PKI beberapa kali mencoba merobohkan pemerintahan Indonesia yang sah. Masih berdasarkan pidato sambutan Prabowo, Legionosuko mengatakan salah satunya adalah Gerakan 30 September 1965 yang berujung pada tewasnya tujuh Perwira Tinggi Militer. "Gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan presiden Soekarno yang sah dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis," ujarnya.

    Meski peristiwa itu sudah terjadi lama dan Uni Soviet selaku negara komunis terbesar sudah runtuh, Legionosuko mengatakan komunisme masih dianut banyak orang. "Dengan demikian, ideologi komunis dan gerakan komunisme di Indonesia patut diduga masih tetap eksis," katanya.

    Karena itu, ia meminta agar para guru gencar mengajarkan bahaya PKI kepada siswa. Ia menganggap masyarakat perlu disadarkan soal bahaya kelompok ini sejak dini. "Menjadikan momentum ini untuk senantiasa mengingatkan tentang bahaya laten komunis," kata Legionosuko membacakan pidato sambutan Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.