Beredar Pidato Nadiem di Hari Guru: Mengkritik Sistem Pendidikan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadiem Makarim dalam rapat dengan pejabat di Kemendikbud, 5 November 2019. (kemdikbud.go.id)

    Nadiem Makarim dalam rapat dengan pejabat di Kemendikbud, 5 November 2019. (kemdikbud.go.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Beredar salinan pidato atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk upacara peringatan hari guru nasional pada 25 November 2019 di media sosial.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam akun Instragramnya, @ganjar_pranowo bahkan mengunggah dua lembar salinan pidato itu pada Sabtu, 23 November 2019.

    Isi pidato tersebut memaparkan persoalan yang dihadapi para guru. "Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan."

    Para guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu mereka habis mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. Para guru juga tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

    "Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal."

    Dalam salinan pidatonya, Nadiem mengatakan tidak akan membuat janji kosong kepada para guru, tetapi akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Ia mengatakan, perubahan tidak dapat dimulai dari atas, tetapi berawal dan berakhir dari guru.

    Para guru juga diminta tidak menunggu aba-aba dan perintah, tetapi segera mengambil langkah pertama dan perubahan kecil di kelas. Misalnya, mengajak kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Kemudian memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan bakat diri murid yang kurang percaya diri, dan tawarkan bantuan kepada guru yang mengalami kesulitan.

    "Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak. Selamat Hari Guru, #merdekabelajar #gurupenggerak."

    Tempo sudah berusaha menghubungi Nadiem dan Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Seno Hartono untuk meminta konfirmasi, namun belum mendapat balasan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.