Tolak LGBT Daftar CPNS, Kejaksaan Agung: Kami Mau yang Normal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi LGBT. Dok. TEMPO/ Tri Handiyatno

    Ilustrasi LGBT. Dok. TEMPO/ Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, JakartaKejaksaan Agung Republik Indonesia mensyaratkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tidak memiliki kelainan orientasi seksual atau Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri mengatakan, pihaknya ingin pelamar CPNS Kejagung adalah orang-orang yang normal dan wajar.

    "Artinya, kita kan ingin yang normal-normal lah, wajar-wajar. Kita tidak mau yang aneh-aneh. Supaya mengarahkannya tidak ada yang yaa gitulah," kata Mukri di kantornya pada Kamis, 21 November 2019.

    Berdasarkan Pengumuman Pelaksanaan Seleksi Pengadaan CPNS Kejaksaan RI Tahun Anggaran 2019 dari laman rekrutmen.kejaksaan.go.id, salah satu persyaratan CPNS Kejagung menyebutkan pelamar tidak boleh memiliki kelainan orientasi seksual.

    Persyaratan itu menyatakan, pelamar tidak buta warna baik parsial maupun total, tidak cacat fisik, tidak cacat mental, termasuk kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender), serta untuk laki-laki, tidak bertato dan bertindik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.