KPK Perpanjang Pencegahan Bupati Solok Selatan ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Bupati Kabupaten Solok Selatan, Muzni Zakaria, seusai menjalani pemeriksaan dan belum menjalani penahanan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 5 September 2019. Muzni Zakaria, diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi terkait suap pengadaan barang dan jasa terkait proyek pembangunan Masjid Raya serta jembatan Ambayan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka Bupati Kabupaten Solok Selatan, Muzni Zakaria, seusai menjalani pemeriksaan dan belum menjalani penahanan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 5 September 2019. Muzni Zakaria, diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi terkait suap pengadaan barang dan jasa terkait proyek pembangunan Masjid Raya serta jembatan Ambayan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang pencegahan terhadap Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria berpergian ke luar negeri selama 6 bulan ke depan. Pencegahan dilakukan terhitung sejak 8 November 2019.

    "Pencegahan ke luar negeri tersebut dilakukan selama 6 bulan terhitung sejak 8 November 2019," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa, 19 November 2019.

    Selain Muzni, KPK juga memperpanjang pencegahan terhadap pemilik PT Dempo Bangun Bersama, Muhammad Yamin Kahar. Sebelumnya, KPK telah melarang keduanya berpergian ke luar negeri sejak 3 Mei 2019.

    Pencegahan dilakukan setelah KPK menetapkan Muzni dan Kahar sebagai tersangka kasus suap proyek masjid dan jembatan di Solok.

    KPK menduga Muzni menerima hadiah atau janji dalam bentuk uang atau barang senilai total Rp460 juta dari Kahar. Uang diduga diberikan terkait dengan pembangunan proyek jembatan Ambayan.

    Sedangkan terkait dengan proyek pembangunaan Masjid Agung Solok Selatan, Yamin Kahar sudah memberikan kepada bawahan Musni yang merupakan pejabat di Solok sejumlah Rp315 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.