BNPT Sebut Paparan Radikalisme Juga Terjadi di Polri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (kedua kanan), Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri Irjen Pol Bambang Sunarwibowo (kanan), dan Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin (kiri) bersiap mengikuti rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 16 september 2017. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (kedua kanan), Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri Irjen Pol Bambang Sunarwibowo (kanan), dan Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin (kiri) bersiap mengikuti rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 16 september 2017. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan paparan paham radikal tak hanya menyerang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dari temuan BNPT, radikalisme juga menyerang berbagai institusi lain.

    "Sekarang gini, jangankan BUMN, semuanya ada kok. Polisi aja ada kok, Polwan. Saya ngomong sama Polri. Tapi tebal-tipis, sedikit-banyaknya kan masih beda-beda," kata Suhardi saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 18 November 2019.

    Ia mengatakan BNPT sudah memetakan institusi-institusi yang kemungkinan terpapar radikalisme. Termasuk di antaranya jurnalis dari institusi media. BNPT juga mengetahui siapa saja yang biasanya mendatangi berbagai tempat yang dicurigai radikal. "Tugas kami mereduksi supaya menjadi aman, kemudian punya wawasan kebangsaanlah, jati diri," kata Suhardi.

    Untuk BUMN sendiri, Suhardi mengatakan BNPT sudah memenuhi permintaan Menteri BUMN terdahulu, Rini Soemarno, untuk memberikan ceramah kepada 184 pimpinan BUMN. Suhardi mengatakan para CEO itu diberi materi terkait resonansi kebangsaan, bahaya-bahaya radikalisme dan pencegahannya.

    BNPT juga memberikan materi tentang treatment khusus yang diberikan saat ada anggota yang diduga terpapar radikalisme. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk mereduksi radikalisme dibahas dalam rapat khusus di Kantor Wakil Presiden pada Jumat lalu.

    "Ke depannya kami akan mengoordinasikan semua kementerian dan lembaga untuk sama -sama berbuat dalam rangka mengurangi," kata Suhardi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.