Kompolnas Dukung Kebijakan Kapolri Larang Gaya Hidup Mewah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Idham Azis menyanyi berduet bersama Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau Pasha, di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Jumat, 15 November 2019. Kapolri yang juga mantan Kapolda Sulawesi Tengah hadir di Palu dalam rangkaian kunjungan kerja mengukuhkan kenaikan tipologi Polda Sulteng dari tipe B ke tipe A dan meninjau proyek fisik sejumlah sarana dan prasarana kepolisian di Palu.  ANTARA

    Kapolri Jenderal Idham Azis menyanyi berduet bersama Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau Pasha, di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Jumat, 15 November 2019. Kapolri yang juga mantan Kapolda Sulawesi Tengah hadir di Palu dalam rangkaian kunjungan kerja mengukuhkan kenaikan tipologi Polda Sulteng dari tipe B ke tipe A dan meninjau proyek fisik sejumlah sarana dan prasarana kepolisian di Palu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan dukungannya kepada Kapolri Jenderal Idham Azis terkait kebijakan agar anggota Polri tidak memamerkan gaya hidup mewah.

    "Kompolnas sangat mendukung kebijakan Kapolri dalam hal larangan bagi anggota Polri dalam bergaya hidup mewah, baik dalam keseharian maupun melalui media sosial," kata anggota Kompolnas Bekto Suprapto kepada Tempo, Senin 18 November 2019.

    Bekto menjelaskan, tak hanya di lingkungan kepolisian, hedonisme merupakan masalah bagi masyarakat Indonesia secara umum. Namun, karena Polri memiliki kekuasaan yang besar dan selalu bersentuhan dengan masyarakat, menurutnya, anggota Polri bisa menjadi agent of change atau agen perubahan dalam masyarakat.

    "Tidak bisa dipungkiri, ada beberapa anggota Polri atau keluarganya yang mencolok suka pamer kekayaan, baik dalam kepemilikan rumah, mobil mewah, tas, sepatu, arloji mahal atau kehidupan sosialita sebagai tindakan hedonis," katanya.

    Bekto mengatakan, larangan sikap dan gaya hidup mewah tersebut juga merupakan komitmen dan saran Kompolnas kepada Kapolri. "Untuk menjadikan Polri sebagai agen perubahan dalam masyarakat," ujar Bekto.

    Selain Bekto, Komisioner Kompolnas, Pungki Indarti juga berpendapat, imbauan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk tidak memamerkan gaya hidup mewah merupakan upaya melanjutkan reformasi kultur.

    Pungki mengatakan, sejak dipisahkannya TNI dan Polri pada 2000, kepolisian memang fokus pada tiga hal, yakni reformasi struktur, reformasi instrumen, dan reformasi kultur. Di mana reformasi kultur ini bertujuan untuk mengubah watak dan perilaku anggota Polri agar menjadi lebih baik.

    "Termasuk di antaranya meningkatkan profesionalitas, menjadikan anggota Polri lebih humanis, tidak melakukan kekerasan yang berlebihan, tidak arogan, dan tidak bergaya hidup mewah," ujar Pungki saat dihubungi, Ahad, 17 November 2019.

    HALIDA BUNGA FISANDRA | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.