Terduga Pelaku Peledakan Bom Medan Berjualan Bakso Bakar

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Identitas terduga pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan. Foto/Istimewa

    Identitas terduga pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan. Foto/Istimewa

    TEMPO.CO, Medan- Bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan hari ini, Rabu, 13 November 2019, diduga kuat dilakukan oleh RMN alias Nas, penduduk Jalan Jangka, Nomor 98 - B,  Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Menurut para tetanga, pelaku bom Medan itu orang yang tertutup. 

    “Sehari-hari RMN alias Nas berjualan bakso bakar keliling,” kata tetangga RMN, Maya. Para tetangga, mendengar kabar bahwa Nas sering ke Kecamatan Marelan, Medan sehingga jarang mendapati Nas di rumah.

    Personel gabungan Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polisi Sektor Medan Baru mengeledah rumah RMN. Polisi mengumpulkan sejumlah barang dari rumah RMN. "Ya, ini rumah terduga," kata Kepala Polsek Medan Baru Komisaris Martuasah Tobing. 

    Bom meledak di halaman dalam Markas Polrestabes Medan di Jalan HM Said nomor 1 Medan, di dekat ruangan urusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Satuan Intelijen Keamanan dan Bagian Operasi (Bagop) 

    Ledakan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB menjelang apel satuan kerja. Ledakan tidak menimbulkan kerusakan gedung namun membuat kepanikan masyarakat yang sedang mengurus SKCK. Akibat ledakan itu satu orang tewas mengenaskan. Diduga orang itu pelaku bom bunuh diri.

    Perwira Tahanan dan Barangbukti (Tahti)  Inspektur Satu P. Panjaitan, menduga bunyi ledakan keras bom Medan itu trafo yang meledak. “Banyak orang berlarian keluar dari halaman dalam Mako Polrestabes.” Ia bersama personel dan para perwira jaga segara mensterilkan ruas jalan di depan Mako Polrestabes," kata Panjaitan kepada Tempo, Rabu 13 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.