Setara Institute Gelar Seminar Soal Intoleransi dan Radikalisme

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bertemu dengan para pemimpin redaksi media massa, di Jakarta pada Kamis, 7 November 2019.

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bertemu dengan para pemimpin redaksi media massa, di Jakarta pada Kamis, 7 November 2019.

    TEMPO.CO, JakartaSetara Institute akan menggelar seminar bertajuk "Merawat Kemajemukan, Memperkuat Negara Pancasila" pada Senin siang, 11 November 2019.
    Seminar ini akan membahas salah satu tantangan pemerintahan baru Presiden Joko Widodo dalam merawat kemajemukan dan memperkuat negara Pancasila.

    “Kemajemukan merupakan esensi paling elementer Pancasila yang belakangan mengalami tantangan serius, terutama ketika identitas yang majemuk disikapi secara antagonistik," kata Direktur Eksekutif Setara, Ismail Hasani melalui keterangan tertulis pada Ahad, 10 November 2019. Salah satu identitas yang paling rentan dalam arena kemajemukan adalah agama dan keyakinan. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya angka pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB).

    Menurut Ismail, masyarakat Indonesia tidak ingin menguatnya intoleransi dan radikalisme menjadi alat penundukan dan justifikasi tindakan politik pemerintah dalam membatasi kebebasan sipil warga. "Kita mesti beri obat penawar, penanganan intoleransi dan radikalisme dalam kerangka demokrasi dan hak asasi manusia."

    Seminar akan digelar pukul 13.30 di Ballroom Hotel Ashley, Jalan KH Wahid Hasyim No. 73-75 Jakarta Pusat. Pembicara utama seminar adalah ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Pembicara lainnya yaitu Romo Benny Susetyo, ketua Komnas HAM Choirul Anam, Khariroh Ali dari Komnas Perempuan, dan Bonar Tigor Naipospos dan Halili dari Setara Institute.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.