Ma'ruf Amin: Kemiskinan Bisa Membawa Orang kepada Kekafiran

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan saat meresmikan RSU Syubbanul Wathon di Tegalrejo, Magelang Jawa Tengah, Kamis 7 November 2019. FOTO ANTARA/Anis Efizudin

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan saat meresmikan RSU Syubbanul Wathon di Tegalrejo, Magelang Jawa Tengah, Kamis 7 November 2019. FOTO ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia harus menjadi negara maju dengan memperkuat perekonomian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menghilangkan kemiskinan. Karena, kata dia, kemiskinan bisa membawa orang kepada kekafiran.

    "Kemiskinan itu, kata Rasulullah, hampir bisa membawa orang kepada kekafiran. Kemiskinan itu bisa membuat orang menjadi kafir karena lemah, mudah dibujuk, mudah diprovokasi, mudah dibeli imannya karena dia miskin," kata Wapres Ma'ruf saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi di di Masjid Jami' Baitul Muhtadi di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu malam, 9 November 2019.

    Menurut Ma'ruf, untuk menjadi negara maju, yang salah satunya dengan terlepas dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap), harus ada upaya-upaya untuk meningkatkan perekonomian dan mencetak SDM yang berkualitas.

    "Kita ingin Indonesia menjadi negara maju, negara yang ekonominya kuat. Makanya, warganya juga harus kuat, mampu mengembangkan dunianya, harus pintar, harus bisa hidup layak," kata dia.

    Kemiskinan menjadi salah satu tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Wapres Ma'ruf Amin untuk diatasi, melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dikoordinasikan oleh Wapres.

    Berdasarkan data TNP2K, tingkat kemiskinan di Indonesia hingga Maret 2019 tercatat sebesar 9,41 persen. Menurut Ma'ruf, angka tersebut akan terus ditekan di masa pemerintahan ia dan Jokowi. Jika perlu, kata Ma'ruf, dihilangkan supaya tidak ada lagi masyarakat miskin dan cita-cita Indonesia menjadi negara maju dapat terwujud.

    Dalam beberapa kesempatan, Wapres Ma'ruf mengatakan targetnya untuk menghilangkan kemiskinan serta menurunkan angka stunting pada anak hingga mencapai ambang batas Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization).

    Untuk mencapai target tersebut, Wapres mengatakan penanggulangan kemiskinan dan stunting pada anak merupakan gerakan nasional, sehingga angka kemiskinan di Indonesia dapat ditekan sekecil mungkin, bahkan kalau bisa dihilangkan.

    "Oleh karena itu, jangan sampai anak, cucu kita miskin. Ini yang harus kita upayakan supaya anak-anak kita bisa hidup layak di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.