Foto Bareng Prabowo di Pindad, Said Didu: Saya Anggota KKIP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Said Didu berpose setelah konferensi pers terkait pengunduran dirinya sebagai PNS di kantor BPPT, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman  W

    Muhammad Said Didu berpose setelah konferensi pers terkait pengunduran dirinya sebagai PNS di kantor BPPT, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu menjelaskan soal foto dia bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di PT Pindad beberapa waktu lalu. Said mengatakan ia hadir di Pindad sebagai anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan atau KKIP.

    Menurut Said, ia sudah lama terlibat dalam dunia pertahanan. “Bukan sekarang saja. Saya itu bekerja terkait dengan Kemenhan itu sekitar mulai tahun 2007,” kata Said saat dihubungi Tempo , Sabtu 9 November 2019.

    Saat itu menurut Said, dia ditunjuk menjadi ketua tim transformasi bisnis TNI. Ia pun terlibat dalam pembahasan Undang-Undang Industri Pertahanan pada 2011.

    Ia menampik baru terlibat di Kemenhan sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan saja. “Saya sudah di sana saat Menhannya Prof Juwono Sudarsono, Purnomo Yusgiantoro, Ryamizard Ryacudu, dan sekarang Prabowo,” tuturnya.

    Kehadiran Said Didu bersama Prabowo menuai berbagai reaksi di media sosial. Sebab, Said Didu selama proses pemilihan presiden dianggap berseberangan dengan kubu Joko Widodo. Said kemudian mundur dari pegawai negeri sipil atau PNS pada Senin Senin, 13 Mei 2019.

    Pria kelahiran Pinrang, 2 Mei 1962, ini kerap melempar kritik kepada pemerintah. Dalam berbagai kesempatan menjelang pemilihan presiden April lalu, Said Didu menyinggung adanya penyalahgunaan kekuasaan alat negara untuk kepentingan politik.

    Misalnya, pada perayaan HUT Kementerian BUMN ke-21. Said Didu memandang acara ini merupakan ajang kampanye terselubung untuk meraup balon suara calon presiden inkumben, yakni Joko Widodo. Ia berpendapat, pegawai sejawatnya di pemerintahan digerakkan untuk mendukung Jokowi.

    Adapun Sekretaris Jenderal Kemenhan Agus Setiadi membantah Said Didu sebagai staf khusus Prabowo. Menurut Agus, Said datang sebagai anggota KKIP. "Pak Said itu sudah lama, enam tahun sebagai anggota KKIP," kata Agus saat dihubungi Sabtu, 9 November 2019. Menurut Agus, Said datang ke Pindad sebagai perwakilan KKIP, bukan atas undangan Kemenhan atau Menhan Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.