3 Kepala Cabang Pembantu BNI Diringkus

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membuka 28 booth khusus pelayanan transaksi perbankan, termasuk penukaran valuta asing (money changer) bagi para atlet, officials, dan pengunjung Asian Games 2018.

    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membuka 28 booth khusus pelayanan transaksi perbankan, termasuk penukaran valuta asing (money changer) bagi para atlet, officials, dan pengunjung Asian Games 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Maluku meringkus tiga tersangka pembobolan dana nasabah BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk.) di kantor cabang pembantu Kota Ambon. Dana yang diduga digangsir sebesar Rp 58,9 miliar.

    "Ketiganya diduga terlibat ikut serta membantu tersangka Farrahdhiba Yusuf yang telah ditangkap terlebih dahulu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Maluku Komisaris Besar Mohamad Roem Ohoirat melalui keterangan tertulis hari ini, Senin, 28 Oktober 2019.

    Ketiga tersangka itu adalah Kepala Cabang Pembantu BNI Tual berinisial KT dan JRM, serta Kepala Cabang Pembantu Masohi, MM.

    Kasus ini berawal ketika Kepolisian menerima laporan dari BNI bahwa hasil audit dari pusat sampai daerah menemukan kejanggalan di wilayah kerja BNI Cabang Utama Ambon.

    Kejanggalan tersebut berupa transaksi yang mengakibatkan BNI mengalami kerugian. Farrahdhiba Yusuf, Wakil Kepala BNI Ambon meminta KT, JRM, dan MM mentransfer uang dari rekening 5 nasabah BNI.

    "Inilah yang dianggap suatu kerugian oleh BNI karena memang tidak sesuai prosedur," ucap Roem.

    Total uang yang dibawa kabur oleh Farrahdhiba mencapai Rp 58,9 miliar.


  • BNI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.