Jokowi Tunjuk Wamen, Pengamat Sebut Kabinet Obesitas Bikin Lambat

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (keempat kanan) berfoto bersama calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (keempat kanan) berfoto bersama calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut keberadaan 12 wakil menteri atau wamen membuat Kabinet Jokowi makin gemuk yang berpotensi membebani Preside Jokowi dan menyulitkan pengambilan keputusan.

    "Biasanya obesitas kabinet itu menandakan akan terjadi pelambatan-pelambatan dalam pengambilan keputusan," kata Adi dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Kabinet Bikin Kaget' di D'Consulate Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 26 Oktober 2019.

    Adi mencontohkan yang terjadi di periode kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009-2014. Menurut dia, keputusan-keputusan strategis sulit diambil karena perlu banyak kompromi.

    Adi juga menilai Kabinet Jokowi dibentuk atas nama akomodasi, termasuk dalam penunjuka wamen. Saat ini ada 12 wamen, lebih banyak dari periode pertama yang hanya tiga wamen.

    Menurut dia, keberadaan wamen paradoks dengan keinginan Jokowi melakukan reformasi birokrasi dengan memangkas jabatan eselon 3 dan 4.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.