Gelar Perpisahan, Ryamizard: Jangan Khianati Negara

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu (tengah) saat hadir pada Silaturahmi Purnawirawan TNI di Gedung Jenderal A.H Nasution, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Gestur Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu (tengah) saat hadir pada Silaturahmi Purnawirawan TNI di Gedung Jenderal A.H Nasution, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Mantan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu, mengingatkan kepada jajaran Kementerian Pertahanan untuk tidak mengkhianati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Ryamizard mengatakan hal itu saat menggelar perpisahan dengan jajaran Kementerian Pertahanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu. Ia menjadi menteri pertahanan menggantikan Purnomo Yusgiantoro pada 2014. 

    Jabatan yang diemban Ryamizard Ryacudu digantikan teman satu angkatannya di Akademi Militer, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Prabowo Subianto, yang dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu ini di Istana Merdeka dalam susunan Kabinet Indonesia Maju.

    Pergantian di antara kedua jenderal TNI AD ini cukup unik karena sejak menjadi perwira menengah, Prabowo yang tergabung di Komando Pasukan Khusus TNI AD dan Ryamizard yang tergabung di Kostrad, sempat "saling susul dan saling menggantikan" karir kemiliterannya. 

    Pada kata-kata perpisahannya kepada jajaran Kementerian Pertahanan, Ryamizard menyatakan, "Pertama, pesan saya kepada kalian semua, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Karena kita digaji sama negara, dipercaya negara. Jangan sampai kepercayaan negara itu kita sia-siakan, kita menghianati kepercayaan negara."

    Mantan kepala staf TNI AD ini menyebutkan, pengabdiannya sebagai menteri sudah selesai dan dirinya tidak lagi menjabat sebagai menteri.

    "Hari ini saya tidak tahu, kemarin tadi malam, nggak tahu pagi ini selesai, tidak ada masalah bagi saya. Tidak ada masalah bagi saya karena ini amanah. Saya menyerahkan amanah dengan sebaik-baiknya. Saya rasa saya sudah menjalankan amanah ini dengan sebaiknya. Cepat atau lambat kita akan serah terima. Mati juga begitu, cepat atau lambat kita akan mati," jelasnya.

    Kedua, lanjut Ryamizard, dia meminta agar jajaran Kementerian Pertahanan loyal kepada pemimpin baru.

    "Siapapun pemimpin kalau tidak menunjukkan kejujuran, kebenaran kita loyal ya loyal saja, tidak sampai mati. Kalau kita mati-matian kita berdosa sama Tuhan, orang nggak amanah sampai mati, nggak. Tapi tetap loyal. Paham itu ya. Itu prinsip saya," ucapnya.

    Ryamizard pun mengucapkan terima kasih kepada jajarannya karena selama kepemimpinannya dalam lima tahun bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

    Dalam kesempatan itu, Ryamizard kembali mengingatkan tentang pentingnya Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa

    "Jika Pancasila hilang, negara pun akan hilang. Semua harus mempertahankan Pancasila sampai mati. Tidak ada itu dalam agama Islam, tidak ada khilafah dalam agama kita. Yang ada lakum dinikum waliyadin. Agamamu agamamu, agamaku agamaku. Masalah masuk surga dan negara itu urusan Tuhan bukan urusan kita, jangan gampang, kafir masuk neraka," ucap Ryamizard.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.