Demokrat Cuma Menonton Pemanggilan Calon Menteri Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, yang merupakan putra kedua mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lolos ke DPR dengan meraih sekitar 265 ribuan suara di Dapil VII Jatim pada Pemilu 2019. TEMPO/Amston Probel

    Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, yang merupakan putra kedua mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lolos ke DPR dengan meraih sekitar 265 ribuan suara di Dapil VII Jatim pada Pemilu 2019. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas tak ingin mengomentari pemanggilan calon-calon menteri kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang berlangsung selama dua hari ini. Ibas mengatakan, partainya tidak dalam posisi menilai proses tersebut.

    "Tentu Demokrat tidak dapat menilai lebih lanjut. Kami hanya memberi apresiasi, kami hanya menonton dan melihat," kata Ibas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Ibas enggan menjawab saat ditanya apakah partainya akan berada di luar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf selama lima tahun mendatang. Hingga saat ini, belum ada kader Demokrat yang dipanggil ke Istana oleh Jokowi.

    Padahal, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya telah bertemu Presiden Jokowi pada Kamis, 10 Oktober 2019. Seusai pertemuan, Jokowi mengatakan mereka membicarakan kemungkinan Demokrat bergabung ke koalisi.

    "Saya tidak dalam konteks menentukan posisi. Saat ini kami akan mendengarkan lebih lanjut nanti pandangan dari Partai Demokrat," ujar Ketua Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat ini.

    Ibas hanya berujar partainya mendukung pemerintahan Jokowi. Sikap ini juga sudah disampaikan SBY dalam pidato kontemplasi di Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada 9 September lalu.

    Menurut Ibas, partainya akan tetap kritis jika program atau kebijakan pemerintah dianggap belum sesuai dengan aspirasi masyarakat. Ihwal penyusunan kabinet, Ibas berharap nama-nama yang ditunjuk Jokowi adalah figur yang berkompeten.

    "Semoga orang-orang yang dipilih adalah orang-orang kompeten yang sesuai visi misi Pak Presiden dan tentu bisa membawa kemajuan terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan," kata putra bungsu SBY ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.