Kakak Cak Imin ke Istana Menjelang Pengumuman Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar saat memberi keterangan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 31 Juli 2018. Kakak kandung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tersebut diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar saat memberi keterangan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 31 Juli 2018. Kakak kandung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tersebut diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar datang ke Istana Negara menjelang pengumuman menteri Kabinet Jokowi Jilid II.  Mengenakan baju kemeja putih, kakak kandung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak imin ini menyapa wartawan.

    "Halo," ujar Halim sembari masuk ke Istana Negara, Jakarta pada Selasa, 22 Oktober 2019.

    Pada Juli 2018 lalu, Halim yang saat itu menjabat Ketua DPRD Jawa Timur sempat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus gratifikasi Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman.

    Saat itu, Halim mengaku mengenal Taufiqurahman sebagai sesama pengurus partai. Halim adalah Ketua DPW PKB Jawa Timur, sedangkan Taufiqurahman adalah politikus Partai Golkar.

    KPK menetapkan Taufiqurrahman sebagai tersangka penerima gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Dalam kasus gratifikasi yang sedang disidik KPK ini, Taufiqurrahman disangka menerima gratifikasi sebesar Rp5 miliar selama 2013-2017. Dia juga disangka melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

    Saat diperiksa KPK, Halim menyangkal bahwa sejumlah aset yang diduga dibeli Taufiqurahman dengan uang gratifikasi adalah miliknya. "Enggak ada itu," kata Halim seusai pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa, 31 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.