Sehari Setelah Jokowi Dilantik, Mahasiswa Malang Bergerak Lagi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mahasiswa berunjukrasa di depan gedung DPRD Kota Malang.  Mereka menuntut dicabut UU bermasalah. Tempo /Eko Widianto

    Ratusan mahasiswa berunjukrasa di depan gedung DPRD Kota Malang. Mereka menuntut dicabut UU bermasalah. Tempo /Eko Widianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahasiswa di Malang kembali turun ke jalan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Senin 21 Oktober 2019. Aksi dimulai dengan berkumpul di depan stadion Gajayana Malang.

    "Kita longmarch ke depan gedung dewan," kata salah seorang peserta aksi, In'am El Mushoffa.

    Mereka tergabung dalam front rakyat melawan oligarki. Aksi ini tepat usai pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Mereka menyampaikan beberapa pesan kepada Presiden dan Wakil yang telah dilantik.

    Mereka kembali mengingatkan ancaman oligarki. Hanya segelintir orang, katanya, namun mempengaruhi arah dan kebijakan Negara. Keberadaan oligarki, kata In'am, berbahaya. Lantaran hanya akan menguntungkan elite. Sementara kesejahteraan dan nasib rakyat diabaikan.

    Meski aksi belum dimulai, namun penjagaan ketat dilakukan di depan gedung Balai Kota dan DPRD Kota Malang. Dua gedung yang berhimpitan itu dijaga ratusan aparat kepolisian. Serta dibantu Satuan Polisi Pamong Praja.

    Jalan utama di jantung Kota Malang ini juga ditutup. Akses jalan kendaraan dialihkan ke jalan lain.

    Sebelumnya pada akhir September lalu mahasiswa di Malang berunjuk rasa menolak rancangan undang-undang yang kontroversial seperti RKUHP. Mereka juga mendesak Jokowi membuat Perpu KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.