Kapolda Kalimantan Timur Imbau Warga Penajam Tenang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situasi setelah kerusuhan di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

    Situasi setelah kerusuhan di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

    TEMPO.CO, Balikpapan - Kepala Polda Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Priyo Widyanto mengimbau masyarakat untuk tenang dan percaya hukum, serta tidak menyebarluaskan gambar atau video yang dapat memperkeruh suasana di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

    Imbauan ini berkenaan dengan unjuk rasa sekelompok orang di Pelabuhan Ferry Penajam pada Rabu siang, 16 Oktober 2019. Unjuk rasa tersebut menuntut diberlakukannya denda adat kepada pelaku penikaman dalam perkelahian kelompok pemuda pada 9 Oktober lalu. "Mohon juga percayakan proses penanganan permasalahan ini kepada kami penegak hukum," kata Priyo.

    Pelaku penikaman sendiri sudah ditahan di Polres Penajam Paser Utara pada kesempatan pertama. Seperti dijelaskan Kapolres Penajam Paser Utara Ajun Komisaris Besar (AKPB) Sabil Umar, pelaku utama, 18 tahun, seorang pengangguran warga Penajam ditangkap di Balikpapan kurang dari 24 jam setelah kejadian.

    “Kami juga berhasil mengamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk menusuk korban,” kata Kapolres Sabil. Selain pelaku utama, polisi mengamankan tiga rekannya atas kepemilikan senjata tajam.

    Priyo melanjutkan imbauannya dengan meminta masyarakat Penajam khususnya agar tenang dan sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. “Dan tidak melakukan upaya-upaya di luar koridor hukum, atau bahkan melanggar hukum,” kata dia.

    Sebelumnya, kelompok pengunjuk rasa di Pelabuhan Ferry sempat merusak loket penjualan tiket perahu klotok dan speedboat, yang berujung pada penghentian operasional pelabuhan.

    Hal tersebut membuat Kapolres PPU AKBP Sabil Umar, bahkan juga Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra turun langsung menemui pengunjuk rasa. Mereka menawarkan dengar pendapat di Kantor Pemkab PPU, namun para pengunjuk rasa tidak sepakat.

    Pada pukul 15.30, jumlah para pengunjuk rasa terus bertambah dan mulai melakukan aksi pembakaran. Loket tiket yang sudah dirusak tadi dibakar.

    “Pada pukul 17.15 Wita Kapolda Kaltim tiba di lokasi dan langsung melakukan komando untuk mengendalikan situasi,” tutur Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana. Pada pukul 19.00 situasi sudah terkendali dan para pengunjuk rasa pun bubar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.